Latihan finishing jadi menu wajib. Tapi persiapan mereka sempat terganggu cedera Malik Risaldi yang kembali kambuh saat latihan menembak tambahan masalah yang bikin persiapan makin rumit.
Menurut Tavares, soal akurasi ini bukan cuma tanggung jawab satu orang.
“Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” katanya.
Pernyataannya itu menunjukkan pendekatannya: mencetak gol adalah urusan bersama, bukan cuma beban sang striker.
Di sisi lain, dia tetap optimis. “Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang,” tegasnya. Dalam hal itu, Persebaya sudah di jalur yang benar. Tinggal meningkatkan fokus dan ketenangan saat peluang emas itu datang.
Sepak bola selalu menyisakan ruang untuk narasi baru. Rekor buruk bisa hancur dalam satu malam. Sebaliknya, statistik masa lalu bisa terus menghantui kalau tak kunjung dipatahkan.
Pertandingan di Gelora Bung Tomo ini adalah kesempatan emas bagi Tavares untuk menulis ulang ceritanya. Kalau menang, dia bukan cuma menjaga tren kandang Persebaya, tapi juga mengubur bayang-bayang pertemuannya dengan Hodak selama ini.
Buat Bonek, laga ini lebih dari sekadar tiga poin. Mereka ingin lihat determinasi, keberanian, dan efektivitas yang kadang masih hilang timbul.
Pada akhirnya, statistik cuma cerita lama. Jawaban sesungguhnya selalu ada di lapangan dalam 90 menit yang bisa mengubah reputasi, membalik sejarah, dan menciptakan legenda baru.
Dan Senin malam nanti, di tengah gemuruh yang menyayat, Bernardo Tavares akan berusaha melakukan hal yang paling sulit: mengalahkan bukan cuma lawan di depannya, tapi juga hantu rekornya sendiri.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start Posisi Kelima Moto3 Thailand, Aura Bahagia Ingatkan Marc Marquez
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Dua Wakil Indonesia Gagal Melangkah ke Final German Open 2026
PSM Makassar Terperosok dalam Krisis Performa Usai Kalah Lagi dari Persebaya