Teheran – Ledakan mengguncang beberapa kota di Iran pagi ini. Tak lama setelahnya, Presiden AS Donald Trump muncul dengan pernyataan keras. AS, bersama Israel, katanya telah memulai sebuah "operasi tempur besar-besaran" di negara itu. Tujuannya jelas: menggulingkan rezim yang mereka sebut teroris.
Dalam sebuah video yang dirilisnya, Trump tak hanya mengumumkan serangan. Dia juga secara terbuka mendesak warga Iran untuk memberontak. "Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi," serunya. Pesannya lugas: manfaatkan kekacauan ini, gulingkan kelompok ulama yang berkuasa. "Ambil alihlah pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian," tambah Trump.
Dia juga mengeluarkan ancaman sekaligus iming-iming kepada pasukan keamanan Iran. Letakkan senjata, dapatkan "imunitas". Pilih bertempur, maka yang menunggu adalah "kematian yang pasti".
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan hal serupa. Menurutnya, operasi gabungan ini bertujuan menyingkirkan tirani di Teheran.
"Waktunya telah tiba bagi seluruh kelompok masyarakat Iran, bangsa Persia, Kurdi, Azeri, Baluchi, dan Ahwazi untuk melepaskan diri dari belenggu tirani," kata Netanyahu.
Namun begitu, pemerintah Iran sepertinya sudah mengendus rencana ini. Lewat Kementerian Luar Negeri, mereka mengaku tahu "niat" AS dan Israel. Yang menarik, meski serangan datang, Teheran menyebut tetap ingin melanjutkan jalur diplomasi. Pernyataan mereka mengakui serangan ini terjadi justru di tengah proses negosiasi yang berjalan.
Memang, hubungan keduanya sedang dalam fase rumit. Putaran ketiga pembicaraan nuklir tak langsung baru saja digelar dua hari lalu di Jenewa, Swiss. Hasilnya? Nihil. Sebelumnya, di Mei 2025, lima putaran perundingan juga mentok. Rencana putaran keenam pada Juni 2025 malah batal total setelah Israel menyerang target Iran, memicu konflik 12 hari yang melibatkan AS.
Dentuman di Berbagai Kota
Semuanya berawal sekitar pukul 09:30 waktu setempat. Kantor berita Fars melaporkan ledakan keras terdengar di Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan tentu saja ibu kota Teheran. Foto-foto yang beredar menunjukkan kepulan asap membubung di alun-alun utama kota. Jumlah korban? Belum ada kejelasan. Yang pasti, wilayah udara Iran langsung ditutup total.
Artikel Terkait
MPR RI dan Liga Muslim Dunia Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan dan Pendidikan
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadan Cerminkan Kekuatan Indonesia
Dua Korban Bacokan Saat Sahur Keliling Picu Aksi Pembakaran Rumah di Gresik
Menteri Agama Ajak Umat Muslim Gembleng Akhlak di Bulan Ramadan