Pertandingan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu sore lalu, benar-benar mengubah peta persaingan di Grup B SEA Games 2025. Timnas Malaysia U-22, yang dijuluki Harimau Malaya, tampil perkasanya. Mereka menghajar Laos U-22 dengan skor telak 4-1.
Laos sempat bikin kejutan di menit ke-4 lewat gol Xaysombath Bounphaeng. Tapi, itu cuma pemanasan buat Malaysia. Haykal Danish menyamakan kedudukan di menit 33, sebelum Haqimi Azim dan Moses Raj mencetak gol dalam selang dua menit (59' dan 61'). Muhammad Abu Khalil menutup pesta gol di menit 90. Hasilnya? Kemenangan besar yang langsung melesatkan mereka ke puncak klasemen sementara.
Nah, posisi itu sebelumnya dipegang Vietnam U-22, yang di laga sebelumnya menang 2-1 atas Laos juga. Kini, dengan poin yang sama (3 poin), Vietnam tersingkir ke posisi kedua. Penyebabnya jelas: selisih gol. Malaysia unggul 3, sementara Vietnam cuma 1.
Dampaknya, situasi di grup ini jadi makin panas. Laos, dengan dua kekalahan beruntun dan nol poin, sudah pasti angkat koper lebih dulu. Mereka tersingkir dari turnamen ini.
Semua mata kini tertuju pada laga pamungkas grup. Laga bentrok antara Vietnam dan Malaysia itu bakal jadi penentu juara grup. Duel sengit itu dijadwalkan digelar di Stadion Rajamangala juga, Kamis 11 Desember 2025 mendatang, pukul 4 sore waktu Indonesia.
Jadi, beginilah kondisi terakhir klasemen Grup B setelah pertandingan tadi:
1. Malaysia: Main 1, Menang 1, Poin 3, Selisih Gol 3
2. Vietnam: Main 1, Menang 1, Poin 3, Selisih Gol 1
3. Laos: Main 2, Kalah 2, Poin 0, Selisih Gol -4
Persaingan untuk satu tiket ke babak berikutnya benar-benar tinggal menyisakan dua tim. Siapa yang akan bertahan di puncak? Semuanya akan terjawab minggu depan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun