SEMARANG Lapangan POJ sore itu, Rabu (25/2/2026), terasa berbeda. Udara lebih tebal. Teriakan instruksi melengking, duel fisik berlangsung sengit, dan setiap bola seolah punya bobot lebih. Bukan latihan biasa. Bagi PSIS Semarang, ini persiapan untuk sebuah pertaruhan besar.
Laga tandang melawan Persiba Balikpapan pekan depan bukan cuma pertandingan. Itu adalah jalan keluar atau justru jurang yang lebih dalam. Tekanan untuk keluar dari zona degradasi itu nyata, dan rasanya menyebar di setiap sudut lapangan.
Intensitasnya pun akhirnya memuncak jadi emosi.
Dalam gim internal, dua pemain asing, Aldair Simanca dan Rafinha, nyaris berkelahi. Mereka saling serang, berebut bola tanpa ampun, hingga akhirnya saling adu mulut. Rekan-rekan lain buru-buru melerai. Alberto Goncalves, sang senior, maju untuk meredam. “Santai, santai,” katanya, menarik keduanya berpisah.
Namun begitu, suasana tak langsung reda. Menjelang latihan usai, Fahmi Al Ayyubi dan Esteban Vizcarra juga terlibat cekcok. Suara mereka terdengar dari pinggir lapangan. Bukan pertanda retak, sih. Lebih seperti luapan dari sebuah tim yang sadar betul posisinya lagi genting.
PSIS memang sedang di fase krusial. Dan setiap pemain merasakannya.
Buat Aldair Simanca, misalnya, latihan ini adalah panggung pembuktian. Statusnya sebagai bek pinjaman mulai goyah setelah penampilan biasa saja melawan Deltras FC. Sebagai pemain asing, ekspektasi padanya memang lebih berat. Setiap duel adalah kesempatan untuk mengingatkan pelatih tentang kemampuannya.
Di sisi lain, Rafinha datang dengan modal kepercayaan diri yang berbeda.
Dua laga terakhirnya cukup mentereng. Gol di menit akhir lawan Persela Lamongan menyelamatkan satu poin. Lalu, eksekusi penalti yang dingin menghadapi Deltras membawa tiga poin penuh. Performa itu memberinya angin, tapi dia paham. Di tim yang lagi berjuang, konsistensi adalah segalanya. Satu slip, posisinya bisa hilang.
Artikel Terkait
Posisi Maarten Paes di Ajax Terancam Usai Klub Incar Kiper Baru
Bradl Ungkap Ambisi Marquez: Lampaui Rossi dan Rebut Gelar MotoGP ke-8
Persebaya Raih Kemenangan Tipis Atas PSM, Tavares Fokus ke Laga Berat Lawan Persib
Locatelli: Saya Hampir Menangis Usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions