SURABAYA Laga Persebaya kontra PSM Makassar di pekan ke-23 BRI Super League ini jauh lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Di Gelora Bung Tomo, pertandingan ini menyimpan cerita tersendiri. Terutama untuk Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu untuk pertama kalinya berhadapan dengan mantan klubnya, PSM Makassar. Klub yang ia bawa juara Liga 1 tahun lalu. Kini, dengan jaket hijau Persebaya di pundak, posisinya berubah total. Ia berdiri di seberang.
“Saya 200 persen profesional,” tegas Tavares, mencoba memisahkan kenangan indah dengan tugas barunya.
Namun begitu, romansa masa lalu harus ditepikan. Persebaya datang dengan kondisi tak utuh. Beberapa pilar tim absen, memaksa Tavares berimprovisasi. Di bawah mistar gawang, Ernando Ari tetap jadi andalan. Lini belakang diisi Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Leonardo Silva Lelis, dan Jefferson Silva. Mereka punya tugas berat: meredam serangan sayap PSM yang biasanya ganas.
Di tengah lapangan, Francisco Rivera, Milos Raickovic, dan Sadida Nugraha Putra bakal mengatur ritme. Rivera sendiri masih kesal dengan kekalahan 1-3 dari Persijap pekan lalu. Menurutnya, itu pelajaran berharga, terutama soal kelemahan menghadapi bola-bola mati.
“Sepak bola selalu memberi kesempatan untuk balas dendam,” ujar Rivera.
Di lini depan, Bruno Moreira bertindak sebagai kapten. Dia ditemani Paulo Gali Freitas dan Alfan Suaib. Tugas trio ini jelas: mencetak gol dan melupakan produktivitas yang sempat mandek.
Di sisi lain, situasi PSM juga tidak lebih cerah. Performa mereka dalam lima laga terakhir fluktuatif. Pelatih Tomas Trucha dengan jujur mengakui timnya kerap gagal memetik poin maksimal. Jarak aman dari zona degradasi yang kian menipis membuat setiap laga terasa seperti final.
PSM menurunkan M. Reza Arya Pratama sebagai kiper. Tiga bek asing Aloisio Soares Neto, Yuran Fernandes, dan Dusan Lagator menjadi tulang punggung pertahanan. Yuran, sang kapten, punya ikatan emosional dengan Tavares. Tapi di lapangan, semua itu tak berarti.
“Laga ini berat,” akunya. “Tapi kami punya pemain-pemain berkualitas.”
Artikel Terkait
Inter Milan Masuk Perburuan, Goretzka Jadi Rebutan Arsenal dan Tottenham
Alwi Farhan Buka Opsi Tak Berpuasa Saat All England 2026 Beririsan dengan Ramadhan
PSM Makassar Krisis Identitas Usai Kalah Ketiga Kali Beruntun
Lanny/Apriyani Gasak Wakil UEA, Melaju ke 16 Besar German Open 2026