Untuk memperkuat ekosistem, Kemenpora tak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai kementerian terus digalang. Kerja sama itu melibatkan Kemendagri, Kementerian UMKM, Kemenpar, hingga Kemendikdasmen. Menurut Erick, kemajuan dari kolaborasi ini sudah ada di depan mata.
ujarnya.
Kerja sama dengan Kemendikdasmen, lanjutnya, juga sudah menemui titik terang. Sudah ada kesepakatan untuk mengimplementasikan 21 cabang olahraga dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di tingkat pendidikan, dari SD sampai SMA.
pungkas Menteri.
Secara garis besar, 20 program Kemenpora 2026 ini memang terasa seperti langkah strategis. Fokusnya ganda: membina bibit usia dini sekaligus memastikan kesejahteraan atlet lewat skema pensiun. Dua hal yang, jika berjalan beriringan, bisa memberi fondasi lebih kokoh untuk masa depan olahraga dan kepemudaan Indonesia.
Artikel Terkait
Tim Tenis Putri Indonesia Lolos ke Playoff Billie Jean King Cup Setelah 20 Tahun
Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol, Desakan Masuk Timnas Menguat Usai Persija Bungkam Persebaya 3-0
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China