Menurut Erick, polemik semacam ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa mengurusi aduan terhadap federasi negara lain bukanlah ranah atau tanggung jawab yang ia emban. Posisinya lebih berfokus pada pembinaan internal.
Pentingnya Fondasi dan Sportivitas Regional
Lebih jauh, Erick menyoroti pentingnya membangun persaingan olahraga yang sehat di kawasan Asia Tenggara. Alih-alih saling menyudutkan, setiap negara, menurutnya, perlu berkonsentrasi penuh untuk memperbaiki kualitas dan sistem olahraganya masing-masing. Hanya dengan fondasi yang kuat, negara-negara di Asia bisa mulai mengejar ketertinggalan dari benua lain.
"Tanpa pembenahan dan penguatan sistem, negara Asia akan terus tertinggal dari Eropa maupun Afrika," tegasnya.
Harapannya, komunikasi dan kompetisi di kawasan dapat terus berjalan dengan positif. Indonesia, lewat pernyataannya ini, memilih jalur untuk memperkuat pondasi sendiri daripada terlibat dalam polemik yang justru dapat merusak semangat sportivitas.
Respons yang tegas namun tetap tenang ini memperjelas sikap dan komitmen Indonesia. Erick Thohir menutup pernyataannya dengan penekanan pada upaya menjaga etika hubungan antarnegara dan mendorong kemajuan bersama olahraga Asia Tenggara tanpa intervensi.
Artikel Terkait
Oscar Haro Puji Mental Marc Marquez di Tengah Awal Musim yang Berat
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Pembuka Piala AFF 2026
Manchester City Gagal Rekrut Pengganti Bernardo Silva, Dikalahkan Chelsea
Persija Terperosok, Jarak ke Puncak Kian Melebar Usai Takluk dari Bhayangkara