Di usianya yang ke-20, atlet muda ini sangat sadar. Pola latihan saat Ramadan tak bisa disamakan dengan hari biasa. Ada tarik-ulur antara menjaga ritme ibadah dan mempertahankan kondisi fisik puncak. Menurutnya, keseimbangan adalah kunci. Namun begitu, tanggung jawabnya di lapangan tak lantas berkurang hanya karena sedang puasa.
Soal intensitas latihan, Alwi mengaku harus jujur. "Kalau saya rasa buat latihan full, jujur aja agak berat buat persiapan turnamen. Tapi juga harus tahu ibadah juga kan," jelasnya dengan nada terbuka.
Itulah mengapa diskusi dengan Pelatih Indra Wijaya akan segera dilakukan. Mereka harus merancang program yang pas; sesuai kebutuhan turnamen tapi juga mempertimbangkan kondisi tubuh selama berpuasa. Semua butuh penyesuaian.
Waktunya pun cukup mepet. Di periode Ramadan itu, Alwi dijadwalkan tampil di All England 3-8 Maret, lalu langsung terbang ke Swiss Open seminggu setelahnya. Dua ajang besar, di tengah bulan suci. Tak ada ruang untuk lengah. Fokusnya satu: persiapan matang untuk hasil terbaik.
Artikel Terkait
Pelatih Hector Souto Akui Persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sangat Mepet
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Bos Aprilia Peringatkan Timnya Jangan Lengah Meski Puncaki Klasemen MotoGP