sambungnya.
Rasa takut, menurutnya, cuma akan jadi penghambat. Kepercayaan diri itu harus dibangun dari sekarang, sejak masa persiapan. Bahkan, dia bicara blak-blakan soal pentingnya mental bertanding.
tutur Simon.
Dia juga mengingatkan kita semua, para penonton dan media, untuk tidak terlalu keras. Ingat, usia para pemain ini masih sangat belia.
pungkasnya.
Menjelang turnamen besar itu, tim juga akan mengalami masa transisi. Kurniawan Dwi Yulianto akan mengambil alih kepelatihan, menggantikan Nova Arianto yang naik kelas ke tim U-20.
Jadi, fokusnya sekarang jelas: meningkatkan kualitas teknik, fisik, dan tentu saja mental bertanding. Perjalanan di grup neraka nanti akan sangat berat. Tapi seperti kata Simon, bola itu bundar. Semua masih mungkin.
Artikel Terkait
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia
Barbarez Ungkap Kunci Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Singkirkan Italia
Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Tumbang dari Bosnia di Playoff