Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil

- Rabu, 01 April 2026 | 11:05 WIB
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil

Kondisi psikologis Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras, dilaporkan cukup stabil. Hal ini diungkapkan oleh RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) meski peristiwa yang dialaminya jelas sangat traumatis.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, memberikan penjelasan mengenai hal ini. Pernyataannya dikutip dari Antara pada Rabu (1/4/2026).

"Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,"

Menurut Yoga, tim medis tak henti-hentinya memberikan dukungan psikologis. Tujuannya jelas: agar Andrie bisa tetap tenang dan kooperatif selama menjalani perawatan yang tak mudah itu. Hingga kini, pemantauan terhadapnya masih terus berlangsung.

Pemantauan itu dilakukan oleh tim multidisiplin. Mereka terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan lain. Semua bekerja sama untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Di sisi lain, ada kabar baik soal kondisi lukanya. Tampaknya terjadi perbaikan yang signifikan. Sebagian besar luka sudah menutup dan mengering, tertutupi oleh kulit baru hasil cangkok. Area yang dimaksud meliputi wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanannya.

Namun begitu, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Rencananya, evaluasi luka dalam kondisi sedasi akan dilakukan dua kali minggu ini. Ini penting untuk memastikan penyembuhan berjalan sesuai harapan.

"Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,"

Jadi, meski progresnya menggembirakan, jalan menuju pemulihan total Andrie Yunus masih perlu waktu. Prosesnya bertahap, dan tim RSCM terus berupaya maksimal.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar