JAKARTA – Hasil undian Piala Asia U-17 2026 sudah keluar, dan untuk Timnas Indonesia, hasilnya tidak main-main. Garuda Muda ditempatkan di Grup B, sebuah grup yang langsung dijuluki "neraka" oleh banyak pengamat. Di dalamnya, ada Jepang, China, dan Qatar. Tantangan yang berat, tapi Simon Tahamata, sang Kepala Pemandu Bakat, punya pesan sederhana: tetap percaya diri.
Memang, alasan julukan itu sangat kuat. Lihat saja rekam jejak ketiga lawan itu. Jepang, juara empat kali. China, dua kali menang. Sementara Qatar pernah meraih titel pada 1990. Mereka semua raksasa di level Asia. Turnamen yang akan digelar di Arab Saudi mulai 5 Mei 2026 itu dipastikan akan panas sejak laga pertama.
Di sisi lain, Indonesia sendiri punya sejarah yang bisa jadi cambuk. Pencapaian terbaik mereka adalah peringkat keempat, yang juga terjadi pada 1990. Itu jadi tolok ukur sekaligus pengingat bahwa prestasi itu mungkin terulang.
Simon Tahamata tak menampik kekuatan lawan. Namun begitu, dia bersikeras bahwa rasa rendah diri tak boleh ada.
tegas Simon di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Kunci Utama: Mental dan Kepercayaan Diri
Bagi Simon, kunci menghadapi grup seberat ini terletak pada mental dan kerja keras. Dia mendorong para pemain untuk benar-benar yakin pada kemampuan mereka sendiri.
Artikel Terkait
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia
Barbarez Ungkap Kunci Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Singkirkan Italia
Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Tumbang dari Bosnia di Playoff