Castel sendiri tampak berusaha menjaga optimisme. Pengalaman menyaksikan langsung atmosfer GBLA pada laga sebelumnya memberinya keyakinan bahwa dukungan suporter bisa menjadi pendorong mental yang kuat bagi tim.
“Kami membutuhkan mereka Bobotoh, saya menonton pertandingan terakhir di kandang dan ada atmosfernya fantastis. Saya yakin kami bisa mengalahkan mereka. Saya masih percaya, kami harus mendorong diri,” tegasnya.
Keleluasaan Waktu untuk Persiapan Maksimal
Di tengah situasi sulit, ada sedikit angin segar dari sisi persiapan. Jadwal pertandingan Persib di I.League melawan Borneo FC Samarinda, yang semula direncanakan pada 16 Februari, mengalami perubahan. Pergeseran jadwal ini memberikan jeda dan waktu latihan yang lebih panjang bagi Bojan Hodak dan anak asuhnya untuk menyusun strategi khusus.
Keleluasaan waktu menjadi aset berharga untuk menganalisis kelemahan, memulihkan kondisi fisik, dan terutama, membangun kembali kepercayaan diri pemain. Momen persiapan ekstra ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merancang pola permainan ofensif yang dibutuhkan guna membalikkan keadaan di GBLA nanti.
Meski peluang secara statistik sangat kecil, semangat untuk bertarung hingga peluit akhir pasti masih menyala. Dukungan puluhan ribu Bobotoh di kandang sendiri akan menjadi pengobar semangat utama bagi Persib Bandung dalam upaya mereka menciptakan keajaiban dan mempertahankan asa di kompetisi antar klub Asia ini.
Artikel Terkait
Filipina Gagal Lolos ke Piala Asia 2027 Usai Imbang Lawan Tajikistan
Calvin Verdonk: Finis Empat Besar Ligue 1 Harga Mati untuk Lille
Kiandra Ramadhipa Kembali Perkuat Red Bull Rookies Cup Musim 2026
Republik Ceko Akhiri Puasa 20 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti