Calvin Verdonk: Finis Empat Besar Ligue 1 Harga Mati untuk Lille

- Rabu, 01 April 2026 | 07:00 WIB
Calvin Verdonk: Finis Empat Besar Ligue 1 Harga Mati untuk Lille

JAKARTA – Ambisi Calvin Verdonk jelas dan terang: membawa Lille masuk Liga Champions. Target itu diakui sendiri oleh sang pemain, meski persaingan di papan atas Ligue 1 benar-benar tak main-main. Bagi Verdonk, finis di empat besar adalah harga mati. Itu satu-satunya jalan menuju kompetisi elite Eropa.

Memang, hanya ada empat slot yang diperebutkan. Makanya, setiap pekan jelang akhir musim ini, tensi di liga Prancis makin terasa panas.

“Ya, kami ingin meraih tempat di Liga Champions,” tegas Verdonk saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Namun begitu, dia tak menutup mata. Realitas di lapangan jauh dari kata mudah. “Tapi liganya berat. Ada banyak tim bagus di sana,” tambahnya, mengakui betapa sengitnya persaingan yang harus dihadapi Lille.

Hingga pekan ke-27, situasi timnya masih terbilang genting. Mereka tertahan di posisi kelima dengan 47 poin. Peluang itu masih ada, ya. Tapi tekanan untuk menang di setiap sisa laga sekarang sudah tidak terelakkan lagi. Verdonk menegaskan, seluruh skuad punya tekad yang sama. Setiap pertandingan ke depan, baginya, adalah final kecil yang menentukan nasib akhir klub.

Di sisi lain, ada angin segar yang bisa jadi modal. Kepercayaan diri Lille sedang naik setelah mencatatkan hasil positif melawan Marseille pada 22 Maret lalu. Kemenangan 2-1 di markas sendiri itu bukan sekadar angka.

“Pertandingan terakhir kami menang dan kami melakukan pekerjaan yang bagus,” ujar Verdonk. Performa itu, menurutnya, menunjukkan kualitas sebenarnya yang dimiliki tim.

Nah, ujian sesungguhnya akan segera datang. Jadwal terdekat mereka adalah laga krusial melawan Lens. Pertarungan di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, pada 5 April 2026 nanti, diprediksi bakal menjadi penentu. Hasilnya bisa mengerek atau justru menjungkirkan langkah Lille dalam perburuan tiket itu. Satu hal yang pasti: jika konsistensi bisa dijaga, peluang untuk masuk empat besar masih terbuka lebar.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar