Persebaya Bangkit, Persaingan Puncak Liga 1 2025/2026 Makin Sengit

- Kamis, 12 Februari 2026 | 23:30 WIB
Persebaya Bangkit, Persaingan Puncak Liga 1 2025/2026 Makin Sengit

MURIANETWORK.COM - Persebaya Surabaya secara perlahan namun pasti mengubah narasi musim mereka di Super League 2025/2026. Di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, tim yang dijuluki Green Force ini bukan hanya bangkit dari performa awal musim, tetapi kini secara serius diperhitungkan dalam persaingan perebutan gelar, bersama dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta. Peningkatan ini didukung oleh data statistik yang solid dan momentum positif yang mereka rawat dalam beberapa pekan terakhir.

Angka yang Berbicara: Dari Produktivitas ke Momentum

Hingga pekan ke-20, catatan ofensif Persebaya cukup mengesankan. Mereka telah menceploskan 31 gol dari 20 pertandingan, dengan rata-rata 1,55 gol per laga. Angka ini setara dengan produktivitas Persib Bandung dan menempatkan mereka di antara lima tim penyerang terbaik liga. Meski masih berada di bawah catatan Malut United (38 gol), Borneo FC (36), dan Persija Jakarta (36), yang membuat Persebaya berbeda adalah momentum berharga yang mereka bawa. Rangkaian hasil positif telah mengubah atmosfer di sekitar tim, menggeser status mereka dari sekadar penghuni papan tengah menjadi penantang yang layak diperhitungkan.

Sentuhan Tavares: Lebih Dari Sekadar Perubahan Pelatih

Transformasi Persebaya mulai terlihat jelas sejak Bernardo Tavares mengambil alih kursi kepelatihan pada awal Januari. Dalam empat laga pertamanya, tim asal Surabaya itu meraih tiga kemenangan dan sekali imbang, tanpa sekalipun menelan kekalahan. Namun, Tavares sendiri dengan rendah hati menolak disebut sebagai sosok ajaib di balik kebangkitan ini.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” ungkapnya.

Pernyataan itu, meski tampak sederhana, menyiratkan perubahan mendasar yang terjadi di dalam tim. Yang terlihat di lapangan adalah mentalitas baru: Persebaya tampil lebih berani, transisi dari bertahan ke menyerang dilakukan dengan lebih rapi, dan intensitas permainan terjaga dari menit awal hingga akhir. Hal ini bahkan terjadi dalam kondisi skuad yang tidak dalam keadaan ideal.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjut sang pelatih.

Justru dari situasi penuh tantangan itulah, karakter dan ketangguhan tim baru ini mulai terbentuk.

Keseimbangan yang Menjadi Kunci

Peningkatan Persebaya tidak hanya terletak pada daya gedor ofensifnya. Yang lebih penting adalah keseimbangan yang mulai mereka perlihatkan. Pertahanan menjadi lebih disiplin dan terstruktur, jarak antar lini terjaga lebih rapat, dan pressing kolektif yang mereka terapkan berjalan lebih terorganisir. Gol-gol mereka pun kini datang dari berbagai sumber, tidak bergantung pada satu atau dua nama saja. Lini tengah terlihat lebih aktif, bek-bek tidak segan untuk maju, dan pergerakan pemain tanpa bola menjadi lebih hidup. Inilah identitas baru yang dibangun Tavares: sebuah tim yang terstruktur, sabar dalam membangun serangan, namun tetap memiliki ketajaman dan urgensi di sepertiga akhir lapangan lawan.

Persaingan Ketat di Puncak Klasemen

Persib Bandung tentu masih menjadi tim yang stabil di puncak, sementara Persija Jakarta tetap menunjukkan agresivitas mereka. Namun, Persebaya datang dengan modal psikologis yang berharga: momentum dan kepercayaan diri yang sedang membumbung tinggi. Dalam persaingan ketat di mana selisih poin seringkali tipis, stabilitas mental dan konsistensi permainan bisa menjadi faktor penentu yang lebih penting daripada sekadar kualitas individu pemain. Saat ini, Green Force terlihat mampu mengelola tekanan dengan baik dan justru menikmati peran barunya sebagai pengejar.

Perjalanan di Super League masih panjang. Tantangan yang lebih berat pasti akan datang silih berganti. Namun, fondasi untuk bersaing telah diletakkan dengan kokoh. Jika konsistensi ini dapat dipertahankan dan tim terhindar dari badai cedera, Persebaya tidak lagi pantas disebut sebagai kuda hitam semata. Mereka sedang menegaskan diri sebagai salah satu kandidat juara yang sah. Di Kota Surabaya, aroma optimisme itu kini terasa semakin nyata dan menggelora di tengah para pendukungnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar