MURIANETWORK.COM - Rizky Eka Pratama menjawab kebuntuan PSM Makassar dengan sebuah gol yang tepat waktu. Winger berusia 24 tahun itu mencetak gol pembuka kemenangan 2-1 atas PSBS Biak Numfor di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8 Februari 2026), sekaligus mengakhiri tujuh laga tanpa kemenangan bagi Pasukan Ramang. Gol tersebut bukan hanya penting bagi tim, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya puasa gol pribadi sang pemain di tengah tekanan yang membayangi performa keseluruhan skuad.
Jalan Panjang dari Lapangan Futsal
Nama Rizky Eka Pratama mungkin tak langsung mengingatkan pada bintang-bintang besar yang pernah membela PSM. Namun, perjalanannya ke lapangan hijau justru berawal dari tempat yang berbeda: lapangan futsal. Ia adalah salah satu produk dari Keker Futsal League (KFL) 2017, sebuah ajang yang dikenal sebagai wadah pencarian bakat muda di Sulawesi Selatan.
Latar belakang itu membekalinya dengan keterampilan teknis yang khas. Dari lapangan yang lebih sempit dan tempo permainan yang cepat, Rizky mengasah kontrol bola, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta insting untuk menembus pertahanan di ruang terbatas. Modal itulah yang kini menjadi senjata andalannya saat menghuni sisi sayap lapangan besar.
Bakatnya mulai mendapat perhatian lebih luas pada musim 2019. Saat itu, ia bahkan sempat dijuluki sebagai "wonderkid" PSM dan kerap dibandingkan dengan Febri Hariyadi dari Persib Bandung, berkat akselerasi dan langkahnya yang eksplosif. Namun, jalan menuju puncak jarang sekali mulus.
Bertahan di Tengah Persaingan dan Menunggu Momen
Sorotan yang datang silih berganti diikuti oleh fase naik-turun yang wajar dalam karier pemain muda. Persaingan ketat di posisi sayap PSM, dengan kehadiran nama-nama seperti Yakob Sayuri dan Yance Sayuri yang lebih berpengalaman, membuat perjuangan Rizky untuk mendapatkan menit bermain menjadi lebih berat. Alih-alih tenggelam, pemain bernomor punggung 24 itu memilih untuk bertahan, terus bekerja keras di balik layar, dan bersabar menunggu kesempatannya tiba.
Kesempatan itu akhirnya datang di tengah situasi tim yang sedang terpuruk. Tekanan psikologis akibat rangkaian hasil buruk terasa membebani seluruh pemain. Maka, gol yang ia ciptakan pada menit ke-43 melawan PSBS bukanlah sekadar angka. Gol itu adalah sebuah pelepasan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk seluruh keluarga besar PSM.
"Syukur alhamdulillah atas hasil yang diberikan Tuhan kepada kami. Ini hasil yang lama kita inginkan. Terima kasih kepada teman-teman yang telah berjuang sehingga kita dapat hasil positif. Semoga ini menjadi momentum untuk lebih baik ke depannya," ungkap Rizky usai pertandingan.
Ia juga menekankan peran kepercayaan dari sang pelatih sebagai pendorong penting. "Dengan motivasi diri sendiri untuk tampil lebih baik dan kepercayaan pelatih, saya bisa bermain baik hari ini. Tentunya berkat dukungan teman-teman juga kepada saya," lanjutnya.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026