Menurut Nova, salah satu akar masalah adalah minimnya jam terbang menghadapi tim-tim kaliber internasional. Oleh karena itu, persiapan yang matang di semua aspek menjadi kunci mutlak. Target utama tim tetap tidak berubah: melaju ke perempatfinal Piala Asia U-17 2026 untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia.
“Itu yang akan coba kita evaluasi agar tradisi kita menuju ke Piala Dunia bisa tetap tercapai dan harapannya mereka bisa lolos di Piala Asia dan bisa lolos ke Piala Dunia,” jelasnya.
Memaksimalkan Sisa Waktu Persiapan
Dengan jadwal Piala Asia U-17 yang akan digelar pada April-Mei 2026, waktu persiapan yang tersisa masih dianggap cukup untuk melakukan koreksi yang signifikan. Sebelum masa tugasnya berakhir, Nova berencana memanfaatkan laga uji coba kedua melawan China U-17 pada Rabu (11/2/2026) untuk mengevaluasi seluruh potensi pemain.
“Jadi saya pikir kita akan mencoba semua pemain yang ada. Harapannya ya kita bisa menilai,” tutur Nova.
Harapannya, hasil evaluasi dari dua laga uji coba ini dapat menjadi bahan pertimbangan berharga dan fondasi yang kokoh bagi pelatih penerus. Nova ingin memastikan Kurniawan Dwi Yulianto mendapatkan peta yang jelas tentang kondisi skuad.
“Dan harapannya pelatih yang baru nanti bisa benar-benar memilih pemain-pemain yang bisa sesuai dengan apa yang dimau secara filosofi dari pelatih yang baru nanti,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan