Rabu malam di Bandar Abbas tak seperti biasanya. Langit yang gelap tiba-tiba terbelah oleh suara dan cahaya ledakan. Beberapa jam kemudian, dari kantornya di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pengumuman yang mengguncang. Ia menyatakan pasukannya telah menewaskan Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam sebuah serangan udara presisi.
Netanyahu tak ragu menyebut Tangsiri sebagai target strategis utama. Menurutnya, komandan itu memainkan peran vital dalam kebijakan militer Iran di perairan internasional, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang sempit itu.
"Tadi malam kami melenyapkan komandan Angkatan Laut Garda Revolusi. Orang ini memiliki banyak darah di tangannya, dan dialah juga yang memimpin penutupan Selat Hormuz."
"Ini adalah contoh lain dari kerja sama antara kami dan teman kami, Amerika Serikat," tegas Netanyahu.
Klaim ini sepertinya bukan berdiri sendiri. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya juga telah berbicara di Tel Aviv. Ia menyebut operasi itu tak hanya menewaskan Tangsiri, tapi juga sejumlah komandan senior angkatan laut lainnya dalam gelombang serangan yang sama. Semuanya mengindikasikan sebuah operasi besar yang dirancang matang.
Nama Alireza Tangsiri sendiri bukan nama sembarangan. Di kalangan pengamat militer, ia dikenal sebagai arsitek utama di balik strategi Iran untuk menutup Selat Hormuz. Itu adalah jalur pelayaran yang sangat krusial jantungnya pasokan minyak dunia. Jadi, menargetkannya jelas punya maksud: melumpuhkan kemampuan blokade Iran di perairan yang paling sensitif itu.
Namun begitu, dari Teheran justru terdengar senyap. Hingga berita ini ditulis, belum ada satu pun pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak Iran soal kabar kematian komandan mereka. Keheningan ini tentu menimbulkan banyak tanya. Apakah klaim Israel itu benar? Atau jangan-jangan Iran sedang menyusun respons balasan yang lebih besar di belakang layar?
Yang jelas, situasi di Bandar Abbas dilaporkan masih mencekam. Pengawasan diperketat. Sementara di kawasan Teluk, ketegangan terasa semakin mengental. Setiap pengumuman seperti ini ibarat bara yang dilemparkan ke tumpukan bahan bakar lama. Kita tinggal menunggu, apakah bara itu akan padam, atau justru membakar segalanya.
Artikel Terkait
Bank BSN Siap Salurkan KUR Perumahan Rp500 Miliar, Targetkan 73.700 Unit KPR Subsidi di 2026
Kemenhaj Pastikan Kesiapan Armuzna Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026
Penjaga Keamanan Pasar di Gayo Lues Akhirnya Berangkat Haji di Usia 58 Tahun Berkat Pesan Terakhir Sang Anak
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, Bahas Migas Hingga Nuklir