Rabu malam di Bandar Abbas tak seperti biasanya. Langit yang gelap tiba-tiba terbelah oleh suara dan cahaya ledakan. Beberapa jam kemudian, dari kantornya di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pengumuman yang mengguncang. Ia menyatakan pasukannya telah menewaskan Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam sebuah serangan udara presisi.
Netanyahu tak ragu menyebut Tangsiri sebagai target strategis utama. Menurutnya, komandan itu memainkan peran vital dalam kebijakan militer Iran di perairan internasional, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang sempit itu.
Klaim ini sepertinya bukan berdiri sendiri. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya juga telah berbicara di Tel Aviv. Ia menyebut operasi itu tak hanya menewaskan Tangsiri, tapi juga sejumlah komandan senior angkatan laut lainnya dalam gelombang serangan yang sama. Semuanya mengindikasikan sebuah operasi besar yang dirancang matang.
Artikel Terkait
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis
IDAI Dukung PP Tunas, Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Tiga Naturalisasi Segera Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026