Sebanyak 6.000 siswa di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, terpaksa tidak menerima program makanan bergizi gratis atau MBG. Gangguan ini disebabkan oleh berhentinya operasi di dua dapur SPPG yang bertugas menyuplai makanan untuk program tersebut.
Camat Menes, Usep Sudarman, mengonfirmasi adanya informasi mengenai dua dapur yang berhenti beroperasi. "Saya belum mengetahui secara detail penyebabnya, namun berdasarkan informasi awal ada keterlambatan pembayaran," ujarnya. Usep menambahkan bahwa informasi sementara yang diterimanya menyebutkan keterlambatan ini disebabkan oleh adanya pergantian pejabat di pihak BGN.
Pihak mitra pelaksana dari Dapur Umi Kaisar membenarkan bahwa pendistribusian MBG untuk hari ini dihentikan. Penyebab utama yang disebutkan adalah belum turunnya pembayaran operasional dari BGN. "Iya, karena dana belum turun dari BGN," kata Umi.
Menurut Umi, penghentian distribusi ini baru terjadi hari ini di wilayah Menes. Namun, ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika pembayaran tidak segera cair, penghentian ini akan berlanjut. Ia juga menyebutkan bahwa masalah serupa terjadi di wilayah lain, seperti di Labuan, yang kon sudah berlangsung selama empat hari.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kelancaran proses administrasi dan pembayaran untuk memastikan program bantuan sosial seperti MBG dapat terus berjalan dan menjangkau para siswa yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Masjid Raya Pondok Indah Terima 45 Ekor Hewan Kurban, Mulan Jameela Jadi Salah Satu Pengkurban
Iduladha di Masjid Cut Meutia: Cukur Rambut Gratis dan Ajak Anak Muda Hidupkan Sunah Rasul
Partai Demokrat Salurkan 63 Ekor Sapi Kurban untuk Idul Adha, Termasuk Sapi Milik AHY dan SBY
Harga Emas Anjlok 1,3% Akibat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Ketegangan Iran