Menjelang Hari Raya Iduladha, hiruk-pikuk tak hanya terasa di lapak penjualan hewan kurban, tetapi juga di sudut Pasar Hewan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di sana, sebuah salon khusus kambing mendadak kebanjiran pelanggan. Para pedagang dan pemilik hewan ternak berduyun-duyun membawa kambing mereka untuk bersolek, dengan harapan penampilan yang lebih gagah dan bersih mampu mendongkrak harga jual di mata calon pembeli.
Jaja, satu-satunya pemilik salon kambing di kompleks pasar tersebut, mengaku kewalahan melayani lonjakan permintaan. Layanan yang ditawarkan terbilang lengkap, menyerupai perawatan grooming pada hewan peliharaan mewah. Beberapa perawatan favorit antara lain potong tanduk, di mana tanduk yang terlalu panjang atau tidak beraturan dirapikan menggunakan gergaji besi dan kikir. Selain itu, tersedia pula layanan manicure dan pedicure untuk membersihkan serta memotong kuku agar kaki kambing terlihat kokoh, serta cukur bulu untuk merapikan bulu yang gimbal atau kusam menggunakan sisir dan gunting khusus.
“Untuk satu ekor kambing, waktu pengerjaannya sekitar setengah jam, tergantung tingkat kesulitan dan permintaan pemilik,” ujar Jaja, Kamis (14/5/2026).
Keberadaan salon ini menjadi solusi bagi para pedagang yang ingin memberikan kesan pertama yang menggoda bagi konsumen. Tarif yang dipatok pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per ekor, tergantung jenis perawatan yang dipilih. Kenaikan jumlah “pasien” di salon Jaja pun sangat signifikan. Jika pada hari biasa ia hanya melayani 10 hingga 20 ekor, kini menjelang Iduladha, jumlah kambing yang mengantre mencapai 25 hingga 35 ekor per hari.
Sementara itu, Haru, salah satu pemilik kambing, mengaku rutin membawa ternaknya ke salon milik Jaja sebelum dipajang di pasar. Menurutnya, kambing yang sudah mendapatkan perawatan memiliki daya tarik yang jauh berbeda dibandingkan kambing yang dibiarkan apa adanya.
“Kalau sudah rapi, tanduknya simetris, dan bulunya bersih, kambing jadi kelihatan lebih gagah. Pembeli lebih suka dan harga jualnya pun bisa lebih tinggi,” ungkap Haru.
Urai jemari kreatif Jaja terbukti mampu mengubah tampilan kambing yang tadinya biasa saja menjadi hewan kurban “kelas sultan” yang siap dipinang para pemburu hewan kurban.
Artikel Terkait
Borneo FC Siap Tempur Hadapi Persijap, Persiapkan Tim di Yogyakarta
China Berpotensi Tingkatkan Impor Minyak AS Usai Pertemuan Trump-Xi
DBS: Hilirisasi dan Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Pilar Utama Investasi di Tengah Gejolak Global
Kemenhaj Pastikan Kesiapan Armuzna Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026