Momen perayaan gelar juara Barcelona berubah menjadi kontroversi diplomatik setelah aksi Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina menuai reaksi keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Pemain muda berusia 17 tahun itu dituding telah menghasut kebencian terhadap Israel di tengah konflik berkepanjangan di Gaza. Namun, di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez justru memberikan pujian dan menyatakan kebanggaannya terhadap Yamal.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform media sosial X, Katz mengecam keras tindakan Yamal yang dinilainya tidak pantas dilakukan oleh seorang atlet profesional. “Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme,” tulis Katz dalam bahasa Spanyol. Ia juga mengaitkan aksi Yamal dengan serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan warga sipil Israel.
“Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober,” tambah Katz dalam pernyataan terpisah. Tuduhan tersebut langsung memicu perdebatan luas di kalangan publik dan penggemar sepak bola dunia.
Sementara itu, Pedro Sanchez memberikan respons yang bertolak belakang. Dalam cuitannya, Perdana Menteri Spanyol itu justru membela Yamal dan mengecam pernyataan Katz. “Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah ‘menghasut kebencian’, mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri,” tulis Sanchez. Ia menegaskan bahwa aksi Yamal merupakan bentuk solidaritas yang wajar dan telah dirasakan oleh jutaan warga Spanyol.
“Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tambah Sanchez. Pernyataan ini semakin menegaskan posisi Sanchez yang selama ini dikenal sebagai kritikus vokal Israel. Ia bahkan sebelumnya menyebut perang dua tahun yang menghancurkan di Gaza sebagai tindakan genosida.
Kontroversi ini muncul di tengah ketegangan politik global yang masih tinggi terkait konflik Israel-Palestina. Aksi Yamal yang spontan saat parade kemenangan Barcelona pun menjadi simbol perpecahan opini antara dukungan terhadap Palestina dan pembelaan terhadap Israel. Hingga berita ini diturunkan, pihak klub Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Hingga Sedang di Sebagian Besar Jakarta, Waspada Potensi Genangan di Tiga Wilayah
Jadwal Salat Makassar 15 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Isya Pukul 19.10 Wita
Jadwal Salat Bandung Jumat 15 Mei 2026: Imsak Pukul 04.23, Subuh 04.33 WIB
22.381 Sumur Minyak Warga di Musi Banyuasin Dialihkan ke Tiga Badan Usaha