Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan menjelang puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026. Dua aspek utama yang menjadi sorotan dalam tahap akhir persiapan ini adalah manajemen alur pergerakan jemaah serta kesiapan fasilitas tenda di kawasan Armuzna.
Peninjauan langsung dilakukan di Markaz yang disiapkan oleh syarikah Rakeen Mashariq pada Rabu (13/5). Agenda tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, bersama Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi. Dalam inspeksi itu, Ian memberikan perhatian khusus pada kesiapan transportasi bus taraduddi yang melayani kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi hambatan mobilitas jemaah di tengah kepadatan yang diperkirakan tinggi.
“Ini untuk memitigasi apabila terjadi kemacetan, kita akan ambil langkah-langkah terutama nanti pergeseran pada saat dari Muzdalifah ke Mina ini. Karena seringkali keterlambatan bus, jadi bisa kita antisipasi,” ujar Ian kepada tim Media Center Haji, Kamis (14/5).
Selain transportasi, tim juga melakukan verifikasi terhadap kapasitas tenda wukuf di Arafah. Pemetaan area dilakukan secara mendetail berdasarkan nama dan kelompok terbang (kloter) guna menghindari penumpukan jemaah. Ian menyebutkan bahwa kesiapan fasilitas di Armuzna saat ini telah melampaui angka 90 persen.
“Kita harus memastikan bahwa setiap kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah,” tegasnya seraya menekankan pentingnya pemenuhan hak jemaah demi kelancaran puncak haji.
Di sisi pengawasan, Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan petugas khusus yang sudah dibekali pelatihan sejak di Tanah Air. Fokus pengawasan diarahkan pada aktivitas jemaah yang keluar dari tenda saat berada di Arafah, termasuk mereka yang berniat mengunjungi Jabal Rahmah. Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk menjamin keamanan dan memantau posisi jemaah secara berkala.
“Jadi tercatat semua dan sudah kita siapkan formnya, listnya dan disiapkan petugas-petugasnya dari sejak Tanah Air,” kata Dendi.
Dalam sepekan terakhir, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah tiga kali melakukan pengecekan fasilitas di Armuzna. Dendi menegaskan bahwa pengecekan secara berulang akan terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis benar-benar siap melayani jemaah pada puncak haji nanti.
Artikel Terkait
DBS: Hilirisasi dan Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Pilar Utama Investasi di Tengah Gejolak Global
Salon Kambing di Cilacap Laris Manis Jelang Iduladha, Harga Jual Bisa Naik
Pria Diduga WNA Jadi Korban Penjambretan di Bundaran HI, Aksi Terekam Kamera
Persib Kehilangan Dua Pilar dan Pelatih di Laga Penentuan Juara Lawan PSM