Petaka mencapai puncaknya di injury time. Tepat di menit ke-92, Ailikamu Yilihong menyodok bola mendatar ke sudut gawang. Gol ketujuh itu memicu reaksi keras Nova Arianto di pinggir lapangan, wajahnya jelas mencerminkan kekecewaan yang mendalam.
Laga berakhir 7-0. Daya juang anak-anak Indonesia masih terlihat, itu harus diakui. Tapi kenyataannya, segalanya kalah: teknik, organisasi permainan, dan yang paling mencolok adalah ketenangan. Tim China tampil jauh lebih matang.
Hasil memalukan ini tentu jadi catatan penting, bahkan peringatan keras, bagi tim pelatih. Pekerjaan rumah menumpuk sebelum Piala AFF digelar. Mulai dari seleksi pemain, soliditas pertahanan, hingga efektivitas di lini serang, semuanya butuh perbaikan mendesak.
Berikut susunan pemain yang turun:
Indonesia U-17: Noah Leo; Putu Eka Yana, Shoyyo Himawan, Zidane Raditya; Dava Yunna, Fardan Farras, Farrel Luckyta, Handri Dimas, Miraj Rizky, Peres Akwila; Mierza Firjatullah.
China U-17: Qin Ziniu (PG); Bian Weihao, Li Junpeng, Zhang Xuyou; Kuang Zhaolei, Nan Zixun, Pan Chaowei, Wang Heyi, Zhao Songyuan, Zhou Yunuo; Shuai Weihao.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026