Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Hotel Almadera, Makassar, Minggu lalu. Di sana, Musyawarah Provinsi PBSI Sulawesi Selatan untuk tahun 2026 resmi digelar. Acara berjalan lancar, jauh dari keributan, dan justru terasa seperti reuni besar para pecinta bulutangkis. Momentum ini dianggap krusial untuk menentukan peta jalan pembinaan atlet dan prestasi daerah ke depannya.
Devo Khaddafi, sang ketua lama yang telah memimpin selama tiga periode (2021-2025), tak menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, seluruh proses berlangsung sangat kondusif. Ia melihatnya sebagai cermin kedewasaan organisasi yang sudah mapan.
“Kita sangat bersyukur pelaksanaan Musprov berjalan lancar dan semuanya berjalan dengan baik. Alhamdulillah, pemilihan ketuanya juga berlangsung dengan adem dan penuh kebersamaan. Ini menunjukkan kedewasaan organisasi PBSI Sulawesi Selatan,” ujar Devo.
Harapannya jelas: kepengurusan baru periode 2026-2030 harus bisa membawa Sulsel melangkah lebih jauh. Devo yakin, nama daerah ini bisa lebih berkibar di kancah nasional.
“Insyaallah kita doakan agar kepengurusan PBSI Sulsel periode 2026–2030 lebih baik, lebih berkembang, dan lebih berprestasi. Saya yakin Prof. Warsinggih mengetahui apa yang harus dilakukan karena beliau mantan atlet dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pengurus kabupaten dan kota,” tambahnya.
Meski masa jabatannya usai, Devo menegaskan dirinya takkan pernah benar-benar pergi. Baginya, PBSI adalah rumah.
“PBSI adalah rumah kita bersama para pecinta bulutangkis. Rumah ini harus kita jaga sebagai tempat mengabdi untuk kemajuan bulutangkis Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Artikel Terkait
Mercedes Incar Hattrick, Ferrari Siap Gagalkan Dominasi di F1 GP Jepang 2026
PSS Sleman Jaga Momentum Usai Libur, Siap Hadapi Kendal Tornado
Veda Ega Pratama Perkuat Julukan Baby Alien Usai Catat Lap Tercepat di Moto3 Brasil
Persebaya Evaluasi Lini Belakang, Rekrut Kiper Baru Jadi Opsi