Musprov PBSI Sulsel 2026 Digelar, Warsinggih Terpimpin untuk Periode 2026-2030

- Minggu, 08 Februari 2026 | 19:30 WIB
Musprov PBSI Sulsel 2026 Digelar, Warsinggih Terpimpin untuk Periode 2026-2030

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Hotel Almadera, Makassar, Minggu lalu. Di sana, Musyawarah Provinsi PBSI Sulawesi Selatan untuk tahun 2026 resmi digelar. Acara berjalan lancar, jauh dari keributan, dan justru terasa seperti reuni besar para pecinta bulutangkis. Momentum ini dianggap krusial untuk menentukan peta jalan pembinaan atlet dan prestasi daerah ke depannya.

Devo Khaddafi, sang ketua lama yang telah memimpin selama tiga periode (2021-2025), tak menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, seluruh proses berlangsung sangat kondusif. Ia melihatnya sebagai cermin kedewasaan organisasi yang sudah mapan.

“Kita sangat bersyukur pelaksanaan Musprov berjalan lancar dan semuanya berjalan dengan baik. Alhamdulillah, pemilihan ketuanya juga berlangsung dengan adem dan penuh kebersamaan. Ini menunjukkan kedewasaan organisasi PBSI Sulawesi Selatan,” ujar Devo.

Harapannya jelas: kepengurusan baru periode 2026-2030 harus bisa membawa Sulsel melangkah lebih jauh. Devo yakin, nama daerah ini bisa lebih berkibar di kancah nasional.

“Insyaallah kita doakan agar kepengurusan PBSI Sulsel periode 2026–2030 lebih baik, lebih berkembang, dan lebih berprestasi. Saya yakin Prof. Warsinggih mengetahui apa yang harus dilakukan karena beliau mantan atlet dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pengurus kabupaten dan kota,” tambahnya.

Meski masa jabatannya usai, Devo menegaskan dirinya takkan pernah benar-benar pergi. Baginya, PBSI adalah rumah.

“PBSI adalah rumah kita bersama para pecinta bulutangkis. Rumah ini harus kita jaga sebagai tempat mengabdi untuk kemajuan bulutangkis Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Di sisi lain, dari tingkat pusat, komitmen dukungan juga mengemuka. Sudarto Adinagoro, sang Koordinator Wilayah PP PBSI, menegaskan kesiapan pusat untuk mendukung penuh program pembinaan di daerah. Katanya, sejumlah program baru bahkan sudah disiapkan, termasuk mekanisme seleksi nasional.

“Dengan terpilihnya Prof. Warsinggih sebagai Ketua Umum PBSI Sulsel, kami berharap pembinaan semakin maju dan terukur. Dari pusat kami siap membantu, baik melalui pelatihan wasit, pelatih, maupun program lainnya, sehingga target besar Sulawesi Selatan dalam persiapan PON dapat tercapai dengan baik,” jelas Sudarto.

Lantas, bagaimana dengan sang ketua baru? Prof. Warsinggih, yang baru saja terpilih, mengapresiasi jalannya musyawarah. Ia menyebut atmosfernya tertib dan kekeluargaan.

“Alhamdulillah Musprov berjalan lancar, seluruh peserta hadir dan PP PBSI juga hadir. Berdasarkan mandat Musprov ini, langkah awal kami adalah menyusun kepengurusan baru, mempersiapkan pelantikan, dan selanjutnya melaksanakan rapat kerja,” ungkap Prof. Warsinggih.

Tak lama lagi, tujuh kabupaten/kota yang masa kepengurusannya habis akan segera dibenahi. Setelah struktur organisasi solid, fokus berikutnya adalah evaluasi dan yang tak kalah penting menghidupkan event di tingkat akar rumput.

“Ke depan, event-event tingkat kabupaten akan menjadi prioritas agar proses seleksi atlet dapat dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan,” tutupnya.

Jadi, begitulah. Musprov 2026 ini bukan sekadar seremonial pergantian pengurus. Lebih dari itu, ia diharapkan menjadi titik tolak. Awal dari sebuah era baru dimana bulutangkis Sulsel bangkit dan berbicara lebih lantang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar