Menkeu: 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA Dibuka Bulan Depan

- Selasa, 07 April 2026 | 15:45 WIB
Menkeu: 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA Dibuka Bulan Depan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya kabar buat para lulusan SMA. Sekitar 380 lowongan kerja di Bea Cukai bakal dibuka untuk mereka. Rencananya, proses rekrutmen ini bisa dimulai bulan depan.

“Kalau di (Kementerian) Keuangan sendiri kita enggak lama,” ujar Purbaya di Kantornya, Selasa lalu. “Seperti saya bilang dulu kan, buka di Bea Cukai untuk 380 lulusan SMA. Udah berapa bulan ini enggak jadi-jadi.”

Ia tampaknya tak sabar. “Saya bilang, eksekusi aja karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka.”

Jadi, intinya pemerintah butuh tenaga segar untuk posisi-posisi operasional. Menurut Menkeu, proses perekrutan yang sempat molor ini harus segera dieksekusi. Kebutuhannya di lapangan dinilai mendesak, jadi percepatan diperlukan.

Nah, kalau soal CPNS secara umum, ceritanya agak berbeda. Kebijakan rekrutmen CPNS itu wewenang Kementerian PANRB, bukan Kemenkeu. Tapi Purbaya menyebut dari sisi anggaran, seharusnya sih nggak ada masalah. “CPNS ada (wewenang) di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” katanya singkat.

Di sisi lain, dari Kementerian PANRB sendiri sudah ada sinyal. Menteri PANRB Rini Widyantini mengisyaratkan bakal ada pembukaan formasi CPNS yang cukup besar tahun 2026 nanti.

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan,” kata Rini di Gedung Kementerian PANRB, Selasa (24/2), dengan nada berhati-hati.

Angka yang disebut sekitar 160 ribu formasi. Isyarat ini muncul setelah mereka menghitung jumlah PNS yang pensiun pada 2025. “Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya,” jelas Rini.

Untuk mendukung tes CPNS 2026 itu, Kementerian PANRB konon sudah mengajukan kebutuhan anggarannya ke Menkeu Purbaya. Jadi, meski jalurnya berbeda, kedua rencana rekrutmen besar-besaran ini tampaknya sedang dipersiapkan. Satu untuk tenaga teknis Bea Cukai, satunya lagi untuk CPNS secara nasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar