MURIANETWORK.COM - Persis Solo melakukan pergerakan transfer yang signifikan dengan merekrut dua pemain berpengalaman, Abu Razard Kamara dan Febri Hariyadi, untuk memperkuat lini serang dalam upaya bertahan di Liga 1 2025/2026. Kedatangan mereka dianggap sebagai respons atas krisis gol yang dialami tim yang saat ini tercecer di dasar klasemen. Kedua pemain ini diharapkan dapat membawa energi baru dengan motivasi tinggi untuk membuktikan diri di klub barunya.
Abu Razard Kamara: Penyerang Berpengalaman dengan Semangat Baru
Setelah tidak lagi masuk dalam rencana pelatih Tomas Trucha di PSM Makassar, perjalanan karier Abu Razard Kamara justru menemukan arah baru di Solo. Persis dengan sigap mengamankan jasa penyerang asal Sierra Leone itu, yang akan mengenakan nomor punggung 4. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Performa Abu di awal musim bersama PSM cukup mencolok, terutama saat ia menjadi pahlawan kemenangan atas Persija Jakarta.
Gol-gol yang ia ciptakan kala itu menunjukkan keunggulannya dalam hal kecepatan, fisik, dan naluri mencetak gol di area berbahaya. Pengalaman menghadapi tekanan laga besar seperti itu menjadi modal berharga yang dibawanya ke Laskar Sambernyawa. Di tengah situasi tim yang mendesak, kehadiran striker dengan profil pekerja keras seperti Abu bisa menjadi solusi yang tepat.
Febri Hariyadi: Sayap Cepat yang Ingin Kembali Bersinar
Selain Abu, Persis juga melakukan pergerakan sunyi namun penting dengan mendatangkan Febri Hariyadi dari Persib Bandung. Transfer pemain berjuluk "Bow" ini terkonfirmasi melalui pendaftaran resmi di sistem liga. Per Jumat (6/2/2026), namanya telah tercatat sebagai bagian dari skuad Persis Solo dengan nomor punggung 18.
Musim ini, kesempatan bermain Febri di Persib sangat terbatas. Ia hanya tampil selama 175 menit dari sembilan pertandingan, meski sempat menyumbang satu gol. Ruang geraknya di tim yang bertabur bintang itu semakin menyempit. Namun, justru kondisi itulah yang bisa memicu ledakan performanya. Febri dikenal sebagai pemain yang sangat bergantung pada kepercayaan dan menit bermain. Ketika diberi kesempatan reguler, kemampuan dribel cepat dan determinasinya dari sisi sayap bisa menjadi senjata berbahaya bagi Persis.
Analisis: Potensi Kebangkitan Duet Baru
Ada beberapa faktor yang membuat kepindahan Abu dan Febri ke Persis Solo berpotensi menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi klub.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026