Suporter PSM Makassar Desak Pemain Baru Segera Dimainkan Jelang Laga Krusial

- Jumat, 06 Februari 2026 | 08:00 WIB
Suporter PSM Makassar Desak Pemain Baru Segera Dimainkan Jelang Laga Krusial

"Kami banyak pemain yang tidak bisa digunakan. Kami berharap para pemain baru nanti bisa memberi dampak kontribusi yang bagus untuk tim, namun saya belum bisa menyebutkan siapa saja mereka," ujarnya.

Pelatih asal Ceko itu juga berharap pemain yang cedera dapat segera pulih, sehingga opsi taktiknya semakin beragam. Namun, harapan itu masih harus berhadapan dengan realita administrasi dan proses integrasi.

"Kami juga mengharapkan, para pemain yang tidak bisa kita gunakan bisa ambil bagian pada pertandingan mendatang. Sehingga, kami bisa punya lebih banyak pilihan dan pemain bisa recovery lebih baik juga," terangnya.

Debut Singkat yang Menjanjikan

Dari sejumlah nama yang beredar, baru Luka Cumic yang sudah merasakan atmosfer kompetisi dengan PSM. Striker asal Serbia itu melakukan debutnya saat timnya menjamu Semen Padang FC di Stadion Gelora BJ Habibie. Turun dengan nomor punggung 99, pemain bertinggi 190 cm itu masuk di menit ke-73 dan langsung disambut sorak penonton yang merindukan kehadiran striker murni.

Meski belum mencetak gol dalam durasi sekitar 20 menit itu, penampilan Cumic memberikan sinyal positif. Ia tampil aktif, mobile, dan terlihat mampu beradaptasi dengan skema permainan yang diinstruksikan Tomas Trucha, menunjukkan bahwa ia bukan tipe penyerang yang hanya pasif menunggu umpan.

Namun, debut satu pemain saja tampaknya belum cukup meredam kecemasan. Perjalanan PSM di putaran kedua Liga Super ini masih panjang, dan tekanan dari suporter serta tuntutan kompetisi menuntut keputusan cepat dan tepat dari manajemen klub. Kecepatan dalam mendaftarkan dan mengoptimalkan pemain baru akan menjadi kunci untuk mengamankan posisi mereka di papan tengah klasemen.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar