Persiapan Sterilisasi Jalur Tol Cipali Jelang Pemberlakuan Sistem Satu Arah ke Jakarta

- Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB
Persiapan Sterilisasi Jalur Tol Cipali Jelang Pemberlakuan Sistem Satu Arah ke Jakarta

Jawa Barat – Persiapan akhir tengah dilakukan di ruas tol Cipali. Menjelang diberlakukannya sistem satu arah menuju Jakarta hari ini, pihak pengelola mulai melakukan sterilisasi jalur sejak pukul dua siang tadi.

Sterilisasi ini penting. Tujuannya, agar penerapan rekayasa lalu lintas one way nanti bisa berjalan mulus, tanpa ada kendala berarti. Ruas yang akan dikenakan sistem ini cukup panjang: dari KM 263 di Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 di ruas Jakarta-Cikampek.

Ardam Rafif Trisilo, selaku Dept. Head Sustainability Management & Corporate Communications Astra Tol Cipali, menegaskan waktu pelaksanaannya mengikuti keputusan polisi.

"Jam pemberlakuan one way sesuai dengan diskresi pihak kepolisian," jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Sementara itu, arus kendaraan di hari kedua pasca-Lebaran ini sudah terasa mengarah. Menuju Jakarta, volume lalu lintas melonjak signifikan. Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat sekitar 23 ribu kendaraan bergerak ke arah Cikopo. Angka itu naik drastis, 139 persen lebih banyak dari hari sebelumnya. Meski ramai, kondisi lalu lintas masih dilaporkan lancar.

Namun begitu, pemandangan sebaliknya terjadi di jalur menuju Cirebon. Arusnya justru menyusut. Hanya sekitar 21 ribu kendaraan yang melintas, atau turun 33 persen dibanding periode sama di hari sebelumnya.

Dalam situasi seperti ini, pengelola tol mengimbau para pengendara untuk betul-betul patuh pada arahan petugas di lapangan. Mereka juga meminta agar kendaraan tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam keadaan darurat yang benar-benar mendesak.

Lelah? Itu wajar. Jika rest area terlihat penuh, pengemudi bisa memanfaatkan gerbang tol terdekat untuk keluar sekadar mencari tempat istirahat. Kabar baiknya, tarif tol tidak akan berubah-ubah karena sistem perhitungannya tetap berdasarkan jarak tempuh yang sebenarnya.

Yang tak kalah penting: pastikan kondisi mobil dan diri sendiri benar-benar fit sebelum meneruskan perjalanan. Kalau sudah mengantuk atau kelelahan, segera berhenti. Keselamatan di arus balik seperti ini harus jadi prioritas utama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar