Serangan Iran belakangan ini dinilai semakin kerap menyasar warga sipil. Tudingan itu datang dari Brad Cooper, sang Kepala Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM. Menurutnya, aksi-aksi tersebut justru menguak tanda-tanda keputusasaan Tehran, seiring dengan makin merosotnya kemampuan militer mereka.
Cooper memberikan pernyataannya itu kepada saluran Iran International yang berbasis di Inggris, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Senin (23/3/2026).
"Mereka beroperasi karena putus asa," tegas Cooper.
"Dalam beberapa minggu terakhir, mereka telah menyerang target sipil dengan sangat sengaja, lebih dari 300 kali," imbuhnya.
Di sisi lain, Cooper juga mengamati perubahan pola serangan. Kalau di awal konflik, serangan digelar dalam skala besar dengan puluhan drone dan rudal yang membanjir, sekarang situasinya jauh berbeda. "Anda tidak lagi melihat itu. Semuanya satu atau dua sekaligus," ujarnya menggambarkan penurunan intensitas yang cukup signifikan.
Pernyataan Cooper sejalan dengan data yang dirilis Pentagon. Pemerintahan AS sendiri telah menyatakan bahwa kapasitas tembak Iran merosot secara dramatis. Pada minggu pertama Maret lalu, Pentagon mengungkapkan bahwa peluncuran rudal telah anjlok 90 persen dibanding hari-hari pertama pertempuran. Sementara untuk serangan drone, angkanya turun tidak kalah tajam, yaitu 86 persen.
Data-data itu, bila disandingkan dengan pernyataan Cooper, seolah menggambarkan sebuah gambaran yang lebih luas: tekanan dan keterbatasan logistik mungkin mulai membebani militer Iran.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Sindikat Joki SNBT-UTBK, Tiga Dokter Jadi Tersangka
Saksi Ungkap Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Lecehkan Santriwati hingga Hamil dan Aborsi
BNI Luncurkan Fitur Life Goals di Aplikasi wondr untuk Bantu Nasabah Rencanakan Dana Haji
MBG di SLB Surabaya Jadi Sarana Belajar Kemandirian dan Nutrisi bagi Siswa