SURABAYA – Bursa transfer Persebaya Surabaya masih panas. Setelah dikaitkan dengan Ramadhan Sananta, kabar terbaru menyebut Bajul Ijo juga mengincar Dimas Drajad dari Persib Bandung. Dua striker andalan Shin Tae-yong ini berpeluang besar bersatu di Surabaya paruh musim ini.
Untuk Dimas, situasinya memang rumit. Ia seperti terjepit. Kabar ketertarikan Persebaya ini pertama kali diungkap oleh sebuah akun fans base.
“RUMOUR. Apakah dia tertarik gabung kita? Ya atau tidak, coach @bernardotavares80?” tulis akun @tribunpersebaya.
Peluang itu ada. Di Persib, persaingan di lini depan sangat ketat. Andrew Jung dan Ramon Tanque lebih dipilih pelatih Bojan Hodak. Status Dimas saat ini masih dipinjamkan ke Malut United, tapi nasibnya tak beruntung. Dari enam laga, ia hanya bermain 77 menit. Cukup minim.
Belum lagi gesekan dengan Bobotoh yang membuat kepulangannya ke Bandung terasa berat. Opsi peminjaman hingga akhir musim mungkin jadi jalan paling masuk akal bagi Persebaya untuk mendapatkannya.
Aroma Reuni Ramadhan Sananta
Di sisi lain, isu pemulangan Ramadhan Sananta kian kuat. Bernardo Tavares dikabarkan ingin berreuni dengan striker yang pernah dibesutnya di PSM Makassar dulu. Akun Instagram @transfernews__ft yang pertama kali melontarkan rumor ini.
“Persebaya Surabaya, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia, Ramadhan Sananta,” tulis akun itu, Selasa (3/2/2026).
Kontrak Sananta di DPMM FC akan berakhir 30 Juni 2026. Ini jadi celah bagi manajemen Persebaya. Meski harganya tak murah, skema pinjam dengan opsi permanen bisa jadi solusi yang lebih ekonomis.
Isyarat Hijau di Media Sosial
Yang bikin rumor ini makin panas, Sananta baru-baru ini mengunggah foto sepatu berwarna hijau di Instagram. Warna sakral Bajul Ijo itu langsung ditangkap fans. Bonek pun ramai berharap sang striker segera datang. Reuni dengan Tavares di Surabaya seolah tinggal menunggu waktu.
Statistiknya di DPMM FC sejauh ini: 19 penampilan di tiga ajang, dengan catatan 4 gol dan 2 assist. Angka yang cukup, tapi belum maksimal.
Strategi Indonesia Sentris
Membidik Sananta dan Dimas menunjukkan pergeseran strategi yang menarik. Alih-alih cari pemain asing yang butuh waktu adaptasi, Persebaya memilih “produk jadi” berlabel Timnas. Chemistry mereka sudah terbangun di timnas, jadi bisa langsung main. Plus, nilai jualnya bagus untuk branding klub.
Faktor Bernardo Tavares krusial di sini. Sananta pernah bersinar di bawah asuhannya. Hubungan guru-murid seperti ini sering kali lebih berpengaruh daripada angka di kontrak. Gaya direct football Tavares juga cocok dengan profil fisik dan finishing kedua striker ini.
Untuk Dimas, momentumnya tepat. Dengan hubungan yang renggang dengan Bobotoh dan minim menit bermain, Persebaya bisa jadi “penyelamat” bagi karirnya yang sedang meredup.
Berawal dari Kekecewaan
Rumor perburuan striker ini kemungkinan besar dipicu hasil imbang 1-1 melawan Dewa United, Minggu (1/2/2026). Bagi Tavares, hasil itu terasa seperti kekalahan.
Kehilangan dua poin di kandang sendiri adalah pukulan untuk ambisi juara. Wajar jika dia mendesak manajemen untuk segera mendatangkan striker anyar.
Kekecewaannya terlihat jelas. Dalam sebuah wawancara dengan kanal YouTube Football Update, pelatih asal Portugal itu berkata dengan nada getir.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” tegas Tavares usai laga.
Artikel Terkait
Persija vs Persib Berpotensi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda karena Izin Venue di Jakarta Mandek
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan
Petisi 4 Juta Fans Desak Real Madrid Jual Mbappe Usai Liburan Kontroversial di Tengah Krisis Tim