PT Jasamarga Transjawa Tol resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu siang, 6 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi akibat adanya penanganan kondisi jalan di titik tertentu. Sistem contraflow diterapkan mulai dari Kilometer 23 hingga Kilometer 28, terhitung sejak pukul 11.25 WIB.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan berdasarkan diskresi kepolisian. Menurutnya, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dan bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan selama proses perbaikan jalan berlangsung.
“Sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas dan mendukung proses penanganan di lokasi kejadian, atas diskresi kepolisian, diberlakukan contraflow di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek secara situasional,” ujar Ria dalam keterangan resminya.
Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan dari Jasamarga Transjawa Tol dan kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta pemantauan kondisi di lapangan. Langkah ini diambil agar perjalanan pengguna jalan tetap aman dan lancar selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung.
Sementara itu, pihak Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kegiatan penanganan jalan tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pengguna jalan yang terdampak.
“JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Pengguna jalan juga diharapkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan,” pungkas Ria.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026