Reaksi García pun bisa ditebak. Ia dikabarkan merasa tak nyaman dengan keputusan klub. Bahkan, menurut laporan awal The Athletic, pemain berusia 24 tahun itu sempat meminta untuk berlatih sendiri selama beberapa hari. Sebuah bentuk kekecewaan yang cukup jelas.
Rasa tak pahamnya mungkin wajar. Di skuad Madrid, posisinya di sayap kiri terlihat cukup terjepit. Ia berada di belakang nama-nama seperti Álvaro Carreras dan bahkan Eduardo Camavinga yang bisa diadaptasi ke sana. Lalu, untuk apa menahan seorang pemain yang hanya dapat porsi 63 menit sejak Arbeloa menggantikan Xavi Alonso di kursi kepelatihan?
Pertanyaan itu masih menggantung. Bagi García, hari-hari ke depan akan penuh dengan ketidakpastian. Sementara bagi Madrid, ini adalah soal menjaga kedalaman skuad meski harus mengorbankan keinginan salah satu anak asuhnya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi
Howe Bantah Keras Rumor Arsenal Incar Tonali
Upamecano Pilih Perpanjang Kontrak, Madrid Terpaksa Gigit Jari
Ivar Jenner Resmi Bebas Transfer, Dewa United Posisi Terdepan