Memasuki gim kedua, momentum jelas sudah berpindah. Ubed bermain jauh lebih agresif dan percaya diri. Alwi, di sisi lain, terlihat kewalahan. Ia kesulitan membaca arah permainan Ubed yang semakin beringas. Keduanya sempat terlibat kejar-kejaran poin yang ketat, tapi Ubed tetap bisa memimpin 11-8 saat interval.
Setelah istirahat sejenak, Ubed tidak memberi celah. Ia terus menjaga konsistensi dan tekanan. Alwi berusaha bangkit, tapi sepertinya sudah kehabisan strategi. Akhirnya, dengan pukulan penutup yang mantap, Ubed memastikan kemenangannya di gim kedua dengan skor 21-14.
Laga selesai. Ubed mengepalkan tangan, wajahnya penuh relief. Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke final, tapi juga pernyataan. Sebuah pertanda bahwa nama Moh Zaki Ubaidillah siap diperhitungkan di panggung bulu tangkis dunia.
Artikel Terkait
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat
Drama 29-27 Antar Adnan/Indah ke Final, Thailand Masters 2026 Dijamin Milik Indonesia