JAKARTA – John Herdman punya cara pandang yang menarik soal Timnas Indonesia. Bagi pelatih asal Inggris ini, keragaman latar belakang pemain justru harus dijadikan senjata andalan Skuad Garuda. Bukan jadi penghalang.
Memang, komposisi tim nasional kita itu unik. Ada yang tumbuh dari akar rumput Indonesia, ada pula yang datang dari pengalaman sepak bola diaspora di berbagai belahan Eropa. Herdman melihat perpaduan ini sebagai potensi luar biasa. Kekayaan budaya dan karakter yang berbeda-beda itu, katanya, adalah modal berharga untuk bisa bersaing di kancah internasional. Tentu saja, dengan catatan.
"Saya tidak melihat paspor (asal-usul), saya melihat orangnya," tegas Herdman dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Timnas Indonesia, Sabtu lalu.
Pernyataan itu sekaligus jadi prinsip dasar yang dia pegang. Fokusnya bukan pada dari mana seorang pemain berasal, melainkan pada kualitas dan apa yang bisa dia berikan untuk tim di lapangan hijau. Menurutnya, perbedaan asal-usul tak boleh berkembang jadi sekat atau kelompok-kelompok di dalam skuad.
Namun begitu, Herdman juga realistis. Keragaman itu bagai pisau bermata dua. Bisa jadi kekuatan yang mematikan, bisa pula berbalik jadi kelemahan yang merugikan. Semuanya tergantung pada bagaimana hal itu dikelola.
"Dan saya merasa keragaman adalah kekuatan terbesar kita, tetapi itu juga bisa menjadi kelemahan besar jika kita memilih kelemahan," ujarnya.
Artikel Terkait
Anfield Bergemuruh, Liverpool dan Newcastle Berebut Tiket Liga Champions
Harapan Ana/Trias di Thailand Masters Pupus di Tangan Ganda China
Persebaya Siap Hantam Dewa United dengan Senjata Kolektif
Guardiola Bicara Gaza di Barcelona: Kita Telah Meninggalkan Mereka Sendirian