Persib punya Bojan Hodak, pelatih yang dikenal jago memoles pemain bertipe eksplosif seperti Ragnar. Gaya bermainnya yang fleksibel, bisa sebagai winger atau second striker, sepertinya cocok dengan skema Hodak.
Tapi jangan remehkan faktor dari Surabaya. Di sana ada Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal ini punya rekam jejak bagus dalam membangkitkan pemain yang stagnan. Ingat bagaimana dia mengubah Ramadhan Sananta di PSM dulu? Dari striker biasa jadi penyerang andalan timnas.
Di Persebaya, Bernardo sedang membangun tim dengan identitas baru: intensitas tinggi dan transisi cepat. Karakter Ragnar dinilai pas dengan gaya main seperti itu.
Di sisi lain, kalau dibandingkan dengan Persija, baik Persib maupun Persebaya dianggap punya proyek yang lebih stabil. Persib adalah juara bertahan dengan fondasi yang sudah matang. Sementara Persebaya, di bawah Bernardo, sedang menjalani rekonstruksi jangka panjang yang terstruktur, bukan proyek serampangan.
Stabilitas itu bisa jadi pertimbangan besar bagi Ragnar. Apalagi, yang dia butuhkan sekarang adalah menit bermain reguler sesuatu yang saat ini sulit didapatkannya di Belgia.
Memang, tren pemain keturunan ke Super League lagi panas-panasnya. Setelah Shayne Pattynama ke Persija dan Dion Markx ke Persib, Ragnar jadi salah satu nama yang paling dinanti pergerakannya. Masih ada juga nama-nama seperti Sandy Walsh atau Ivar Jenner yang terus disebut-sebut.
Tapi untuk kasus yang satu ini, spekulasi sudah terbuka lebar. Isyarat Bernardo Tavares ibaratnya membuka pintu, dan nama Ragnar Oratmangoen kini sudah ada di depan pintu itu.
Tinggal menunggu: apakah Persebaya akan benar-benar mengulurkan tangan dan membawanya pulang sebelum tanggal 6 Februari? Kita tunggu saja jawabannya.
Artikel Terkait
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar
PSM Makassar Belum Puas, Masih Berburu Striker Asing Baru