Menurutnya, masih terlihat beberapa gerakan spesifik yang dilakukan Daniel dengan sedikit menahan diri. Kalau dipaksakan tampil sekarang, dikhawatirkan justru akan memperpanjang trauma itu. Mereka lebih memilih menghilangkan rasa ragu itu di sesi latihan dulu, sampai gerakannya benar-benar normal di mata pelatih.
Sementara Daniel fokus pada pemulihan total, PBSI tak tinggal diam. Pasangan tetap Daniel, Muhammad Shohibul Fikri, sempat dipasangkan dengan Fajar Alfian saat Rian Ardianto berhalangan. Hasilnya? Luar biasa. Duet ini malah menjuarai China Open 2025 dan melaju sampai ke BWF World Tour Finals. Performa cemerlang itu membuat federasi mematenkan pasangan Fajar/Fikri.
Lantas, bagaimana dengan Daniel?
Eng Hian mengkonfirmasi bahwa mereka sudah menyiapkan beberapa skenario. “Sudah, sudah (ada tandemnya). Kami sudah siapkan A, B, C, D,”
pungkasnya singkat.
Langkah ini jelas menunjukkan kesigapan PBSI. Di satu sisi, mereka ingin menjaga stabilitas dan performa sektor ganda putra. Di sisi lain, yang tak kalah penting, adalah memastikan Daniel Marthin kembali ke lapangan bukan cuma fisiknya yang fit, tapi juga mentalnya sudah siap tempur sepenuhnya.
Artikel Terkait
Persija Tundukkan Persita, Debut Pattynama Warnai Kemenangan di Indomilk
PSM Makassar Belum Puas, Masih Buru Pendamping untuk Cumic
Transfer Jenner dan Kambuaya ke Persija: Isu Menggantung Jelang Penutupan Bursa
Persija Geser Prioritas, Joey Pelupessy Jadi Target Utama