Festival Budaya Rusia, Drusba Fest 2025, baru saja berakhir. Acara yang digelar di Kampus Paramadina pada 10-11 Desember itu mendapat apresiasi dari Ketua Center of Russian Geographical Society (CRGS) di Indonesia, Bambang Soesatyo.
Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI, melihat gelaran ini sebagai langkah penting. Baginya, diplomasi tak melulu soal pertemuan formal di meja perundingan.
Festival yang dihelat oleh Paramadina Asia and Pacific Institute (PAPI) bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) ini memang cukup meriah. Mereka menyajikan seminar, pertunjukan seni, hingga pemutaran film-film pilihan yang mengangkat kehidupan sosial dan sejarah Rusia.
Hari pertama diisi dengan diskusi serius. Topiknya beragam, mulai dari dinamika pendidikan hingga peluang riset bareng antara universitas di Indonesia dan Rusia. Lalu, suasana berubah di hari kedua.
Artikel Terkait
Dua Tenaga Kesehatan Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Tambrauw
Polisi Perketat Pengamanan Pasca Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Terluka
Lebih dari 140 Juta Orang Diprediksi Mudik, 76 Juta Gunakan Kendaraan Pribadi