“Kirgistan adalah tim yang kuat dalam situasi satu lawan satu dan juga punya strategi bagus dengan melibatkan kiper. Ketika mereka melibatkan kiper, itu sangat merepotkan kami,”
Ia melanjutkan, Irak justru membawa gaya futsal ala Barat. Cepat, agresif, dan penuh skill individu.
“Sementara Irak lebih mengusung gaya futsal Barat. Mereka cepat, sangat terampil, dan selalu berbahaya untuk mencetak gol lewat situasi individual,” sambungnya.
Kondisi itu mau tak mau menuntut Timnas Futsal Indonesia tampil lebih disiplin. Souto menegaskan, kunci utamanya ada di penguasaan bola dan bagaimana mengantisipasi duel satu lawan satu yang bakal sering terjadi.
“Karena itu, kami harus benar-benar mewaspadai kemampuan individu mereka dan berusaha lebih banyak menguasai bola dibandingkan hari ini. Pada laga ini kami tidak tampil baik saat menyerang. Di pertandingan berikutnya, kami harus membuat mereka yang menderita,” tegas Souto.
Malam penentuan itu tinggal menghitung jam. Dengan dukungan penuh suporter di rumah sendiri, harapan untuk mengunci posisi juara grup dan melangkah lebih jauh masih sangat terbuka. Tinggal bagaimana eksekusi di lapangan nanti.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Siap Hadapi Ujian Terberat Lawan Irak
Herdman Kagum, Markas Bali United Bakal Jadi Kandang Baru Timnas
Tujuh Klub Elite Antre Rekrut Sterling Usai Resmi Tinggalkan Chelsea
Valentino Rossi Buktikan Kelas Legenda di Mandalika, Selisih Tipis dari Bagnaia