SURABAYA Jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 masih menyisakan waktu. Tapi jangan salah, atmosfer di markas Persebaya Surabaya sama sekali tidak terasa seperti akan segera berakhir. Bernardo Tavares, sang arsitek, tampaknya masih menyimpan kartu. Sinyal yang ia berikan kuat: Green Force belum puas.
Ini jelas jadi peringatan. Bagi Persib, Persija, atau PSM Makassar yang mungkin sudah merasa aman, waspadalah. Persebaya tak cuma ingin tampil. Mereka sedang membangun sesuatu yang serius, sebuah ancaman nyata untuk berebut gelar.
Memang, mereka sudah mendatangkan empat pemain asing. Tapi itu rupanya belum cukup. Bernardo justru terlihat masih gelisah, masih mencari. Nada bicaranya pun terbuka lebar.
“Soal kemungkinan ada pemain baru, ya jendelanya masih buka sampai 6 Februari nanti. Selama masih buka, segala sesuatu bisa terjadi,”
kata pelatih asal Portugal itu, seperti dilaporkan fanbase @emosijiwakucom.
Ia menambahkan, situasi di paruh musim ini memang selalu berubah-ubah. “Bisa saja akhirnya tidak ada yang datang. Tapi bisa juga sebaliknya. Kita tunggu saja perkembangannya,” ujarnya lagi, santai namun penuh makna.
Di sisi lain, Bernardo tak menutupi kesulitannya. Merekrut pemain lokal di tengah kompetisi yang sedang berjalan itu ibarat memancing di air keruh. Mayoritas pemain sudah terikat kontrak panjang, dan klub asal tentu enggan melepasnya begitu saja.
“Mendatangkan pemain lokal saat ini sangat sulit. Kontrak mereka masih panjang, jadi proses negosiasinya punya tingkat kesulitan yang berbeda,” tegas Bernardo.
Artikel Terkait
Fung Permadi: Dari Pesaing Ardy-Alan hingga Runner-up Dunia di Baju Taiwan
Chelsea Siap Guncang Pasar dengan Tawaran Gila untuk Jude Bellingham
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Catatan Kelam di Stadion Banten
Garuda Futsal Amankan Tiket Perempat Final Usai Tumbangkan Kirgistan 5-3