Dia juga bercerita tentang perasaan bermain di panggung elite Eropa itu. Ternyata, di Liga Champions, rasanya justru lebih bebas baginya.
“Saya merasa lebih bahagia di sini, benar-benar menikmati. Situasinya sering satu lawan satu, bahkan satu lawan dua. Saya mulai terbiasa. Dan saat saya bisa memberi keuntungan untuk tim, rasanya luar biasa,” tuturnya.
Angkanya berbicara. Dari enam penampilan di Liga Champions musim ini, dia sudah mengemas tiga gol dan tiga assist. Kontribusi yang impresif untuk pemain seusianya, sekaligus penegasan bahwa dia sudah jadi tulang punggung tim.
Menurutnya, lolos otomatis ini juga keuntungan strategis. Dengan jadwal yang padat, tidak perlu main dua laga playoff jelas menghemat tenaga dan pikiran.
“Kamu jadi jauh lebih tenang,” katanya singkat.
Kemenangan ini tentu mengirim pesan kuat ke seluruh Eropa. Barcelona, dengan Lamine Yamal yang terus bersinar, adalah ancaman serius di fase gugur nanti. Sorotan akan terus mengikuti setiap langkah si anak ajaib ini.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026