Camp Nou bergemuruh. Di penghujung pertandingan, sorak-sorai tak hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk seorang pemuda berusia 17 tahun. Lamine Yamal, sekali lagi, menjadi bintang yang membawa Barcelona melenggang ke babak 16 besar Liga Champions. Mereka menang meyakinkan 4-1 atas FC Copenhagen, dan yang terpenting, lolos otomatis tanpa harus repot-repot lewat jalur playoff.
Laga itu sendiri tak langsung mulus. Barcelona malah kebobolan lebih dulu. Gol tamu itu sempat membuat suasana tegang, permainan Blaugrana terlihat kaku. Namun, situasi berubah total berkat aksi gemilang sang wonderkid.
Yamal, yang menjadi motor serangan sepanjang pertandingan, pertama-tama menyodorkan umpan matang untuk Robert Lewandowski. Gol penyama kedudukan itu seperti membuka sumbat ketegangan. Momentum pun berpindah sepenuhnya. Tak lama berselang, giliran Yamal sendiri yang mencatat namanya di papan skor, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Setelah itu, tekanan beralih ke Copenhagen.
Dua gol tambahan dari Raphinha dan Marcus Rashford kemudian mengukuhkan kemenangan sekaligus tiket fase gugur. Performa Yamal malam itu benar-benar sempurna: satu gol, satu assist, dan jadi pengendali permainan.
Usai laga, remaja asal Spanyol itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Target kami jelas dari awal: finis di delapan besar. Saya sangat senang kami mencapainya,” ujar Yamal. “Mereka jadi kuat sekali setelah cetak gol, tapi respons tim kami luar biasa. Saya puas.”
Dia juga bercerita tentang perasaan bermain di panggung elite Eropa itu. Ternyata, di Liga Champions, rasanya justru lebih bebas baginya.
“Saya merasa lebih bahagia di sini, benar-benar menikmati. Situasinya sering satu lawan satu, bahkan satu lawan dua. Saya mulai terbiasa. Dan saat saya bisa memberi keuntungan untuk tim, rasanya luar biasa,” tuturnya.
Angkanya berbicara. Dari enam penampilan di Liga Champions musim ini, dia sudah mengemas tiga gol dan tiga assist. Kontribusi yang impresif untuk pemain seusianya, sekaligus penegasan bahwa dia sudah jadi tulang punggung tim.
Menurutnya, lolos otomatis ini juga keuntungan strategis. Dengan jadwal yang padat, tidak perlu main dua laga playoff jelas menghemat tenaga dan pikiran.
“Kamu jadi jauh lebih tenang,” katanya singkat.
Kemenangan ini tentu mengirim pesan kuat ke seluruh Eropa. Barcelona, dengan Lamine Yamal yang terus bersinar, adalah ancaman serius di fase gugur nanti. Sorotan akan terus mengikuti setiap langkah si anak ajaib ini.
Artikel Terkait
Persib Bandung Incar Puncak Klasemen Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea Lawan Bhayangkara FC
Veda Ega Pratama Cetak Rekor Top Speed Moto3 Jerez, Comeback dari Posisi 17 ke Posisi 6
Semen Padang di Ambang Degradasi, Laga Kontra Dewa United Jadi Penentu Nasib
Indonesia Tantang Denmark di Perempatfinal Piala Uber 2026, Garuda Pertiwi Incar Semifinal