Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya

- Kamis, 29 Januari 2026 | 10:00 WIB
Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya

Lalu babak baru dimulai. Tanggal 1 Juli 2025, Mitrevski resmi berseragam Persebaya Surabaya. Ini adalah lompatan besar. Berpindah ke klub sebesar Persebaya, dengan seabrek tekanan dan ekspektasi dari puluhan juta bonek, tentu bukan hal mudah.

Menariknya, dalam waktu singkat ia sudah merasakan tiga era kepelatihan: mulai dari Eduardo Perez, masa peralihan Uston Nawawi, hingga kini dipimpin Bernardo Tavares. Di bawah Tavares, kepercayaan itu diberikan sepenuhnya. Mitrevski langsung ditunjuk sebagai pemimpin barisan belakang.

Dan ia membalasnya dengan performa. Dalam sembilan laga perdananya, catatannya cukup mentereng: 810 menit bermain, akurasi umpan 86%, plus satu gol. Dari sisi defensif, ada 32 intersepsi, 38 sapuan bersih, dan 13 blok tembakan. Angka-angka itu bicara tentang kehadiran yang langsung berpengaruh.

Puncaknya mungkin di laga melawan PSIM Yogyakarta. Persebaya menang telak 3-0 pada pekan ke-18, dan Mitrevski dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan. Performanya benar-benar solid dari awal hingga akhir.

"Yang paling penting adalah kami menang," kata Mitrevski usai laga, seperti dikutip media.

Ia menekankan, kemenangan itu adalah hasil kerja sama dan disiplin seluruh tim, terutama di sektor pertahanan. Baginya, soliditas belakang adalah fondasi. Jika kokoh, lini depan punya pondasi yang kuat untuk menciptakan dan memanfaatkan peluang. Komunikasi yang baik antar pemain belakang, menurutnya, adalah kunci utama.

Namun begitu, ada momen yang pasti akan terasa emosional baginya. Pekan depan, tepatnya pekan ke-19, Persebaya akan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).

Laga ini bukan cuma soal perebutan tiga poin. Ini adalah simbol perjalanan. Sebuah pertemuan dengan masa lalunya sendiri. Dari pemain yang ditemukan dan dibesarkan Dewa United, kini ia kembali sebagai pilar utama lawan. Sungguh, sepak bola memang punya ceritanya sendiri.


Halaman:

Komentar