Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya

- Kamis, 29 Januari 2026 | 10:00 WIB
Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya

SURABAYA Namanya mulai mencuat di Dewa United. Kini, Risto Mitrevski justru menjelma jadi salah satu pilar penting pertahanan Persebaya. Perjalanan kariernya di Super League Indonesia memang menarik untuk disimak, menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Bagi Persebaya, kehadiran bek asal Makedonia Utara ini jelas jadi angin segar. Di era pelatih Bernardo Tavares, Mitrevski hadir sebagai sosok asing yang berpengalaman dan yang paling kentara konsisten. Dampaknya langsung terasa pada stabilitas lini belakang tim hijau-hitam, terutama jelang paruh krusial kompetisi 2025/2026 ini.

Semuanya berawal dari Banten. Dewa United lah yang membuka pintu bagi Mitrevski untuk bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Saat itu, penampilan solidnya bersama Banten Warriors langsung mencuri perhatian. Ia bukan cuma bertahan, tapi juga produktif mencetak gol.

Manajemen Dewa pun tak ragu. Pada Mei 2023, mereka memutuskan untuk mempertahankannya sebagai pemain asing pertama untuk musim Super League 2023/2024. Keputusan ini diambil setelah evaluasi yang cukup panjang, sebuah sinyal jelas betapa penting peran sang bek di jantung pertahanan.

CEO Dewa United, Ardian Satya Negara, bahkan tak sungkan memberikan pujian.

"Mitrevski adalah sosok yang konsisten sepanjang musim," ujarnya. Profesionalisme dan kontribusinya, menurut Ardian, sangat selaras dengan rencana dan ambisi klub untuk terus berkembang.

Statistiknya berbicara. Didatangkan jelang Piala Presiden 2022, Mitrevski langsung menunjukkan taringnya. Di musim 2022/2023, ia tampil di 33 laga, menyumbang tujuh gol dan satu assist dari hampir 3.000 menit bermain. Angka yang jarang bahkan hampir tak biasa untuk seorang bek tengah.

Kontribusinya nyata. Bukan cuma di pertahanan, tapi juga jadi ancaman serius di situasi bola mati. Ketajamannya memberi nilai tambah yang luar biasa bagi skuad Dewa United kala itu.

Pengalaman sebelumnya, baik di Eropa maupun saat membela Sabah FC di Malaysia, ikut membentuk mental bertarungnya. Belum lagi jam terbang internasional bersama timnas muda Makedonia Utara. Semua itu membuatnya cepat beradaptasi.


Halaman:

Komentar