Rekomendasi datang langsung dari pelatih Bojan Hodak. Targetnya jelas: menambah kedalaman dan kualitas, terutama di sektor pertahanan kiri yang memang butuh sentuhan. Di usianya yang 33 tahun, Kurzawa menawarkan fleksibilitas. Dia bisa diplot sebagai bek kiri, sayap kiri, atau bahkan bek tengah jika situasi taktis membutuhkan.
Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, menjelaskan lebih detail.
“Tim pelatih merekomendasikan perekrutannya untuk menambah kedalaman skuad di posisi bek kiri, sayap kiri, dan bek tengah. Kontrak diberikan hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan, sesuai evaluasi performa dan kebutuhan tim,” ujarnya di Bandung, Senin (26/1/2026).
Profil Kurzawa sendiri cukup panjang. Lahir di Fréjus, Prancis, pada 4 September 1992, kariernya dimulai di AS Monaco. Puncaknya tentu saat membela PSG, merasakan Liga Champions. Sempat ke Inggris (Fulham) dan Portugal (Boavista) sebelum akhirnya memilih Indonesia sebagai tujuan berikutnya.
Di level internasional, dia membela Les Bleus dari 2014 sampai 2019. Pengalaman di timnas ini jadi modal berharga yang diharapkan bisa menular ke rekan-rekan setimnya di Persib, terutama di momen-momen krusial musim ini.
Jadi, dengan sorotan dari sosok sekaliber Mbappe, kehadiran Kurzawa di Bandung diyakini punya dampak ganda. Selain buat performa di lapangan, juga buat mendongkrak eksposur Persib di mata dunia.
(Erfyansyah/)
Artikel Terkait
Rumor Goodwin Kembali Menghantui, Persebaya Berburu Asa di Tengah Kontrak Panjang
Drama Penentuan Liga Champions: Siapa Lolos, Siapa Terhempas?
Dua Kemenangan Mulus Ganda Putri, Rian/Rahmat Bangkit dari Keteteran di Thailand Masters
Cedera Parah Paksa Dorgu Absen Hingga 10 Minggu, Pukulan Telak Bagi MU