Lalu, apa dampak kedatangannya?
Pertama, soal kepemimpinan. Malut United butuh sosok berpengalaman di lini tengah. Dengan catatan kariernya di klub-klub besar, Pellu bisa jadi mentor bagi pemain muda sekaligus pengatur ritme permainan.
Kedua, soal identitas. Sebagai putra daerah, kehadirannya jelas akan menggaet lebih banyak dukungan lokal. Branding klub di mata suporter Maluku pasti akan menguat.
Di sisi lain, langkah ini terlihat seperti investasi cerdas. Risikonya rendah, tapi potensi keuntungannya besar. Kalau Pellu bisa kembali fit 100%, Malut United dapat gelandang berkualitas tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam untuk pemain asing.
Strategi ini masuk akal melihat situasi kompetisi. Saat ini, Malut United nangkring di posisi keempat klasemen dengan 37 poin. Mereka cuma terpaut 4 poin dari Persib di atasnya. Kedalaman skuad di paruh kedua musim ini adalah kunci, terutama untuk mengejar ketertinggalan di papan atas.
Jadi, rekrutan ini memang berisiko rendah namun berpotensi tinggi. Mental juara Pellu tak diragukan lagi. Tantangannya cuma satu: seberapa cepat dia bisa mencapai kebugaran pertandingan yang optimal. Jika berhasil, dia bisa jadi senjata rahasia Laskar Kie Raha di sisa musim 2025-2026 ini.
Artikel Terkait
Mbappe Like Langkah Kurzawa ke Persib, Sorotan Dunia Tiba di Bandung
Drama Penentuan Liga Champions: Siapa Lolos, Siapa Terhempas?
Dua Kemenangan Mulus Ganda Putri, Rian/Rahmat Bangkit dari Keteteran di Thailand Masters
Cedera Parah Paksa Dorgu Absen Hingga 10 Minggu, Pukulan Telak Bagi MU