SURABAYA – Ada angin segar yang akhirnya berhembus di markas Persebaya. Menjelang pertandingan pembuka putaran kedua Super League 2025/2026, kabar baik datang: empat pemain asing anyar Green Force sudah resmi terdaftar di I.League. Status mereka kini sudah fix.
Berdasarkan info yang di-update di situs resmi kompetisi pada Sabtu lalu, semua nama baru itu sudah tercantum. Artinya, pelatih Bernardo Tavares punya kebebasan penuh untuk memainkan mereka kapan saja. Tak ada lagi halangan administratif.
Kedatangan keempat pemain ini jelas bukan tanpa alasan. Ini adalah sinyal kuat bahwa Tavares serius ingin membenahi performa tim yang dinilainya kurang maksimal di putaran pertama. Evaluasi mendalam dilakukan, dan perombakan skuad jadi jawabannya. Tujuannya satu: tampil lebih kompetitif dan konsisten.
Dari semua nama baru, sorotan paling terang tertuju pada Pedro Matos. Gelandang asal Portugal itu resmi diperkenalkan ke publik dua hari sebelumnya.
“Welcome Pedro Matos,” begitu bunyi sambutan singkat dari akun media sosial Persebaya.
Reputasinya di Super League sudah tak diragukan lagi. Di putaran pertama, ia membela Semen Padang dan tampil di 15 laga. Statistiknya cukup mentereng: satu gol, empat assist, dengan total lebih dari seribu menit di lapangan hijau.
Pedro dikenal sebagai pengatur tempo. Distribusi bolanya rapi, visi permainannya matang. Ia sering jadi penghubung vital antara pertahanan dan serangan. Meski posisi utamanya gelandang serang, fleksibilitasnya jadi nilai jual. Ia juga bisa diplot sebagai gelandang tengah atau bahkan mengisi sayap kanan.
Nah, di Persebaya, perannya kemungkinan besar akan dipasangkan dengan Francisco Rivera, sang motor lama di lini tengah. Tapi Pedro dinilai punya kelebihan: ia lebih luwes dan bisa merangsek ke sektor sayap tanpa kehilangan kualitas permainannya.
Menurut Bernardo Tavares, kehadiran Matos bakal memberi warna baru untuk skema permainan tim. Khususnya dalam transisi dari bertahan ke menyerang, yang selama ini masih jadi pekerjaan rumah. Dengan suplai bola yang lebih terjamin, harapannya lini depan bisa bekerja lebih maksimal.
Namun begitu, kedatangan Pedro Matos juga menciptakan situasi baru: kuota pemain asing kini jadi over. Ini tentu jadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih. Mereka harus jeli dalam melakukan rotasi dan memilih siapa yang layak jadi starter.
Sebelumnya, Tavares sendiri sudah mengingatkan soal pentingnya keseimbangan dalam skuad. Persaingan internal yang sehat, katanya, adalah kunci.
“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” ucap Tavares.
Adaptasi, itu kata kuncinya. Proses menyatunya pemain baru dengan gaya permainan tim harus berjalan cepat. Tavares tak ingin proses ini justru mengganggu ritme dan performa keseluruhan.
Untuk mempercepat penyatuan itu, Persebaya berencana menggelar sejumlah laga uji coba di masa jeda kompetisi. Momen ini juga akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi pemain-pemain yang selama ini jarang dapat menit bermain.
“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” tegasnya.
Bagi Tavares, tim yang kuat harus punya kedalaman skuad yang merata di semua lini.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelas pelatih asal Portugal itu.
Selain Pedro Matos, tiga nama lain yang bergabung adalah Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Keempatnya kini statusnya sudah sah dan siap berlaga.
Peluang untuk debut pertama mereka terbuka lebar. Minggu ini, Green Force akan berjumpa dengan PSIM Yogyakarta. Tavares berharap, kombinasi pemain lama dan baru ini tak cuma memperkuat ruang ganti, tapi juga langsung terlihat dampaknya di lapangan.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya singkat.
Secara taktis, duet Pedro Matos dan Francisco Rivera di lini tengah berpotensi jadi senjata ampuh. Jika dimainkan bersama sejak menit awal, keduanya diyakini bisa mengendalikan ritme permainan dan mengatur tempo laga sesuai keinginan tim.
Dengan status resmi yang sudah jelas, semua keputusan kini ada di tangan Bernardo Tavares. Apakah keempat pemain asing baru itu akan langsung turun? Atau hanya sebagian? Jawabannya hanya akan kita dapatkan nanti, saat pertandingan benar-benar bergulir di Minggu sore.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman