Pengawasan terhadap penumpang dari India di Bandara Ngurah Rai kini diperketat. Pemicunya adalah status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintah India. Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar tak mau mengambil risiko, jadi fokus mereka kini sangat tajam ke arah sana.
Kepala BBKK Denpasar, Heri Saputra, menegaskan langkah ini pada Jumat (30/1).
Rupanya, lalu lintasnya cukup padat. Catatan BBKK menunjukkan ada lima penerbangan langsung India-Denpasar yang mendarat setiap harinya. Angka penumpangnya pun tidak main-main: sekitar 500 hingga 600 orang tiap hari masuk melalui rute ini. Itu jumlah yang besar, dan kewaspadaan harus setara.
Namun begitu, kewaspadaan itu tidak hanya terpaku pada penerbangan langsung. Logikanya sederhana: di era sekarang, orang mudah sekali berpindah-pindah. Bisa saja seseorang dari India terbang ke Singapura dulu, atau ke Malaysia, baru kemudian ke Bali.
Heri Saputra menjelaskan kekhawatiran ini.
Artikel Terkait
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah
Kapolda DIY Buka Suara soal Penonaktifan Kapolresta Sleman