Jadi, meski fokus utama ada di India, mata mereka tetap terbuka lebar untuk semua kedatangan dari luar negeri.
Di lapangan, sejumlah thermal scanner telah disiagakan. Dua unit dipasang di terminal kedatangan internasional, dan satu lagi di area domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai. Alat ini jadi garis pertahanan pertama. Jika ada penumpang yang terdeteksi demam, mereka akan segera dipisahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Prosedurnya jelas. Jika ada kecurigaan mengarah ke virus Nipah, penumpang akan langsung dirujuk ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah. Nantinya, sampel toraks akan diambil dan dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk konfirmasi.
Langkah ekstra hati-hati ini punya alasan kuat di baliknya. Data dari BPS Bali mengungkapkan, sepanjang Januari hingga November 2025, turis India adalah yang terbanyak kedua yang datang ke Bali. Jumlahnya mencapai 511.916 orang. Mereka hanya kalah dari Australia yang menempati posisi puncak dengan 1,4 juta lebih wisatawan. Sementara itu, Malaysia ada di peringkat kelima.
Dengan volume kunjungan yang sedemikian tinggi, upaya pencegahan di pintu masuk bandara bukanlah hal berlebihan. Ini soal keamanan bersama.
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran