Harapan itu sempat menggantung di udara Istora, melekat di raket Putri Kusuma Wardani. Turnamen Indonesia Masters 2026 ia jadikan target utama untuk memecahkan kutukan: tiga medali perak di level Super 500 sudah ia kantongi, dan kini giliran emas yang ia incar di depan pendukung sendiri. Sayangnya, jalan ceritanya tak semulus yang dibayangkan. Ambisi sang tunggal putri terpaksa kandas lebih awal.
Motivasinya memang meluap-luap. Sebelum tiba di Senayan, catatannya cukup gemilang: runner-up di Hong Kong Open 2024, Hylo Open 2025, dan Australia Open 2025. Semua itu seperti bahan bakar yang membuatnya yakin, momentum juara pertama di level ini akan tiba di tanah airnya sendiri.
Dan awal perjalanannya, Rabu malam itu, benar-benar memberi sinyal positif. Melawan Sung Shuo Yun dari Taiwan, Putri tampil percaya diri. Dua gim langsung ia selesaikan dengan skor identik, 21-15 dan 21-15. Kemenangan mulus itu seolah mengonfirmasi kesiapannya.
Dalam konferensi pers seusai laga, raut wajahnya penuh tekad.
Artikel Terkait
Leani Ratri Oktila Sabet Tiga Emas ASEAN Para Games, Semangat Baru dari Peran sebagai Ibu
Cunha Hantam Arsenal, United Boyong Tiga Poin dari Emirates
Barcelona Hancurkan Real Oviedo, Yamal Sempurnakan Malam dengan Gol Salto
Kurzawa Sambut Sorakan Bobotoh, Persib Kokoh di Puncak Usai Tekuk PSBS Biak