Tekanan Denmark terus berlanjut. Skor merenggang jadi 12-17. Lalu, keajaiban hampir terulang. Dengan serangan mendadak, pasangan Indonesia berhasil menyamakan kedudukan di 17-17. Napas penonton tertahan. Namun begitu, konsistensi mereka tiba-tiba buyar. Beberapa kesalahan tak perlu muncul, dan peluang pun menguap. Mereka akhirnya takluk 19-21.
Gim penentu berjalan dengan cerita yang berbeda. Jafar dan Felisha tampil dominan. Smash-smash keras Jafar kerap memaksa lawan melakukan kesalahan. Drive mereka juga tajam, nyangkut di area yang sulit dijangkau Boje. Hasilnya, interval di gim ketiga sungguh menggembirakan: 11-4 untuk keunggulan Indonesia.
Tapi siapa sangka, situasi berbalik 180 derajat setelah jeda. Fokus mereka tiba-tiba buyar. Kesalahan demi kesalahan mengalir. Dari 15-12, mereka terkejar hingga 15-18. Bahkan Jafar sempat mendapat kartu kuning wasit karena dianggap mengulur waktu saat skor 15-16. Semangat mereka seperti terkikis. Pada akhirnya, gim ketiga dan pertandingan berakhir di angka 17-21 untuk kemenangan Denmark.
Mathias Christiansen, usai laga, mengaku lega.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan tuan rumah di nomor ganda campuran. Meski gagal ke final, perlawanan sengit Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu setidaknya telah menghadirkan tontonan berkelas bagi penonton di Istora.
Artikel Terkait
Harapan Kandang Runtuh, Ganda Putri Indonesia Tersingkir di Semifinal Indonesia Masters
PSM Makassar Bertekad Hentikan Tren Negatif di Kandang Persijap
PSM Makassar Bertekad Curi Poin di Kandang Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar
PSM Makassar Bertekad Hancurkan Pesta Persijap Meski Ditinggal Dua Pilar