“Tapi Alhamdulillah, meski saya sempat terpancing, Ko Indra bantu arahin saya. Ya anak muda lah pasti, jadi agak nafsu,” ucap Alwi dengan nada lega.
Di luar insiden itu, performanya tetap solid. Alwi mengakui kondisi fisiknya belum benar-benar prima malam itu. Tapi semangat bertandingnya yang berkobar-kobar berhasil menutupi kekurangan tersebut.
“Saya Alhamdulillah sekali, saya amat diberkati hari ini. Saya tidak dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba memuaskan semangat yang ada,” tuturnya.
Dukungan penonton lokal juga punya peran besar. Suara riuh Istora yang memekakkan telinga justru jadi penyemangat baginya, sekaligus senjata psikologis untuk menekan lawan.
“Alhamdulillah berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya yang di Istora juga. Terima kasih banget,” pungkasnya.
“Percaya atau enggak, suara berisik itu sangat membantu saya untuk tidak putus asa dan justru bikin lawan makin tertekan.”
Kini, dengan tiket semifinal di tangan, Alwi Farhan masih menjadi harapan terakhir tuan rumah di sektor tunggal putra turnamen Super 500 ini. Perjalanannya masih panjang, tapi semangatnya jelas tak bisa diremehkan.
Artikel Terkait
Negosiasi Pelupessy ke Persib Mandek, Persebaya Siap Menyerobot
Persebaya Siap Luncurkan Empat Amunisi Baru Saat Jamu PSIM
Duel Sesama Anak Bangsa Pastikan Indonesia Rebut Tiket Final Indonesia Masters
Duel Sengit Ganda Putra Warnai Semifinal Indonesia Masters 2026